Pemkab Keerom Dorong Pengurus PAC Fatayat NU Fokus Pemberdayaan Perempuan

CEPOSONLINE.COM, KEEROM - Pemerintah Kabupaten Keerom meminta Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) yang baru dilantik untuk menjadi mitra strategis pemerintah, khususnya dalam menangani isu-isu krusial seperti penurunan angka stunting dan pemberdayaan perempuan di tingkat distrik.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Keerom, Daud, saat memberikan sambutan dalam acara Peringatan Hari Lahir (Harlah) Fatayat NU ke-76 yang dirangkaikan dengan Pelantikan 4 PAC Fatayat NU se-Kabupaten Keerom.
Prosesi pelantikan ini melibatkan para pengurus dari empat wilayah, yaitu Distrik Arso, Skanto, Arso Barat, dan Arso Timur yang berlangsung di Grande Hotel Arso 2, Sabtu (30/5).
Dalam sambutannya, Daud menegaskan momentum pelantikan ini harus dimaknai sebagai awal dari tanggung jawab kerja organisasi, bukan sekadar acara seremonial semata.
Untuk menyelaraskan program kerja organisasi dengan agenda pembangunan daerah, Wakil Bupati Keerom menitipkan tiga instruksi utama kepada para pengurus PAC yang baru dilantik.
Pertama, Fatayat NU diminta berada di garda terdepan dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan di bidang pendidikan, ekonomi, dan kesehatan keluarga. Fokus utama yang ditekankan adalah penurunan angka stunting serta pemenuhan hak anak di masing-masing distrik.
Kemudian Pemerintah daerah menyatakan tidak dapat berjalan sendiri dalam menyukseskan pembangunan. Fatayat NU tingkat distrik diharapkan menjadi mitra kerja untuk mengawal program pembangunan yang dimulai dari wilayah pinggiran dan kampung-kampung.
Dan pengurus diwajibkan menanamkan nilai-nilai Islam yang ramah dan moderat, guna menjaga stabilitas keamanan serta menghargai keberagaman budaya dan suku di Kabupaten Keerom.
“Segera lakukan konsolidasi internal, susun program kerja yang realistis dan menyentuh kebutuhan masyarakat bawah di Arso, Skanto, Arso Barat, dan Arso Timur,” ujar Daud.
Senada dengan Wakil Bupati, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Keerom, Wahyu Putri Mardi Septianingsih, memberikan penegasan keras kepada seluruh kader yang baru disumpah. Ia meminta para pengurus langsung turun ke lapangan untuk merealisasikan program kerja.



