Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cetak Sawah Fokus pada Hutan dan Lahan Non-Produktif

A
Penulis: AdminDua❯
Bupati Keerom, Piter Gusbager. (CEPOSONLINE.COM/ERIANTO)
Bupati Keerom, Piter Gusbager. (CEPOSONLINE.COM/ERIANTO)

Advertisement

CEPOSONILNE.COM, KEEROM - Bupati Keerom, Piter Gusbager, angkat suara terkait rencana program cetak sawah seluas 15 ribu hektar di wilayah Kabupaten Keerom.

Orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu meluruskan opini publik yang berkembang serta memastikan bahwa proyek strategis tersebut didasarkan pada kajian ilmiah oleh Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Bupati Gusbager menegaskan bahwa angka 15 ribu hektar tersebut merupakan hasil usulan yang merujuk pada kajian teknis dari tim Kementan. Menurutnya, wilayah tersebut telah dinyatakan layak untuk dijadikan lahan persawahan setelah melalui serangkaian pengujian.

Advertisement

“Cetak sawah 15 ribu hektar itu adalah usulan berdasarkan hasil kajian ilmiah tim Kementan. Hasil kajian menunjukkan kelayakan dari aspek kesuburan tanah, ketersediaan sumber air,” ungkap Gusbager pekan lalu.

Orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu menambahkan kualitas tanah di Keerom memiliki potensi yang sangat tinggi. Berdasarkan hasil riset, tingkat kelayakan tanah di Keerom diklaim melampaui rata-rata lahan di Sumatera dan Kalimantan, bahkan mendekati kualitas tanah di Pulau Jawa untuk komoditas padi.

Menanggapi kekhawatiran mengenai dampak lingkungan, orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu mengklarifikasi bahwa pemerintah tidak akan menyentuh kawasan hutan primer, hutan lindung, maupun hutan adat yang berfungsi sebagai penyangga ekosistem.

Advertisement

Sebaliknya, area yang menjadi target program ini adalah hutan sekunder, kawasan hutan yang sudah mengalami perubahan dan saat ini dalam kondisi tidak terurus atau lahan-lahan tidur yang berada di sepanjang sisi jalan utama dan di sekitar pemukiman warga. Atau area yang selama ini tidak produktif dan tidak memberikan nilai ekonomi bagi pemiliknya.

“Kita sangat hati-hati. Kita ingin lahan-lahan yang dibiarkan tidak produktif ini diolah agar menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia menyebutkan pemerintah Kabupaten Keerom memastikan bahwa seluruh lahan sawah yang dicetak akan tetap menjadi milik masyarakat, bukan diambil alih oleh pemerintah. Pemerintah hanya berperan sebagai fasilitator yang menyediakan bantuan pembukaan dan pencetakan lahan secara gratis, penyediaan bibit dan sarana produksi pertanian serta pendampingan teknis penanaman.

“Pemerintah hanya membuka dan menyiapkan segala sesuatunya. Sawahnya adalah milik masyarakat Keerom, bukan milik pemerintah. Masyarakat sendiri yang akan mengerjakan dan menikmati hasilnya," kata Bupati.

Advertisement

Artikel Terkait

Bupati Keerom Bayar Lahan Rest Area dan Situs Rohani

Bupati Keerom Bayar Lahan Rest Area dan Situs Rohani

Bupati Keerom, Piter Gusbager menyerahkan pembayaran ganti rugi tanah tahap ketiga untuk kawasan rest area dan situs rohani di Kampung Yowon

Bupati Keerom Bantu Panti Asuhan Putri Kerahiman Sentani Pasca Kebakaran

Bupati Keerom Bantu Panti Asuhan Putri Kerahiman Sentani Pasca Kebakaran

Bupati Keerom, Piter Gusbager menyerahkan bantuan dana senilai Rp300 juta untuk rehabilitasi Panti Asuhan Putri Kerahiman di Sentani, Kabup

Pemkab Keerom Segera Tertibkan Pemukiman di Jalur Hijau dan Daerah Rawan Banjir

Pemkab Keerom Segera Tertibkan Pemukiman di Jalur Hijau dan Daerah Rawan Banjir

Pemerintah Kabupaten Keerom akan menertibkan kawasan pemukiman yang berada di jalur hijau, daerah aliran air, serta zona rawan banjir mulai

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer