Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Kemajuan UMKM di Papua Pegunungan Tak Bisa Andalkan Pasaran Lokal

Deni Tonjau • 2024-08-05 16:20:59
Mama-mama perajin noken saat menunjukkan qkeahliannya merajut noken pada saat pameran UMKM di halaman Kantor LPP RRI, Senin (5/8/2024).
Mama-mama perajin noken saat menunjukkan qkeahliannya merajut noken pada saat pameran UMKM di halaman Kantor LPP RRI, Senin (5/8/2024).

CEPOSONLINE.COM, WAMENA- Kanwil Direktorat Kekayaan Negara Provinsi Papua, Papua Barat dan Maluku memastikan jika Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di wilayah Papua Pegunungan tak bisa mengandalkan market lokal atau pasaran di Jayawijaya lagi karena sangat terbatas.

Kepala Kanwil Direktorat Kekayaan Negera Provinsi Papua, Papua Barat dan Maluku Wibawa Frans Sihombing menyatakan tugas dari Kemenkeu adalah mendorong UMKM yang ada di seluruh indonesia termasuk di Papua Pegunungan agar semakin maju, oleh karena itu tak bisa lagi mengandalkan market lokal.

"Untuk wilayah Papua Pegunungan UMKM yang ada tak bisa lagi mengandalkan pasaran di Wamena Kabupaten Jayawijaya, namun harus didorong untuk ke tingkat nasional dan internasional," katanya Senin (5/8/2024) saat ditemui di halaman Kantor RRI Wamena.

Untuk memajukan UMKM di seluruh Indonesia Kementerian Keuangan memiliki program Kemenkeu I oleh karena itu produk yang dihasilkan perlu ada standarisasi yang jelas khususnya untuk noken maupun prodak kopi, pengemasan yang baik, sehingga produk ini disa dipasarkan secara nasional maupun internasional.

"Kita Ingin lihat UMKM ini sudah cukup besar agar bisa dibantu untuk di ekspor, kami memberikan bantuan seperti UMIK, KUR atau kredit untuk UMKM, kalau terus berkembang maka kita bantu untuk pembuatan sertifikasi halal," kata Wibawa Sihombing.

Ia mengharapkan UMKM bisa mengelola lebih baik produknya seperti bisa membuka gudang penampungan untuk mengumpulkan kopi dan mengekspornya keluar, termasuk juga noken yang dibantu oleh pemerintah daerah, serta juga bisa terus memenuhi permintaan pasar.

"Apabila UMKM di Papua Pegunungan ini masih terus mengandalkan pasaran lokal, maka tidak akan berkembang lebih jauh lagi, oleh karena itu perlu pasaran yang lebih besar lagi kedepannya," tutup Sihombing. (*)

Editor : Agung Trihandono
#Jayawijaya #Papua Pegunungan #umkm #Noken