Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

UMKM Tonjolkan Khasanah Budaya Papua Lewat Batik

Administrator • 2021-04-29 09:00:20
Salah satu mitra binaan Pertamina Regional Papua Maluku Kristina Ifaryani. Pemilik usaha Citra Batik Papua di Sentani, Kabupaten Jayapura. (FOTO:Pertamina For Cepos)
Salah satu mitra binaan Pertamina Regional Papua Maluku Kristina Ifaryani. Pemilik usaha Citra Batik Papua di Sentani, Kabupaten Jayapura. (FOTO:Pertamina For Cepos)
JAYAPURA – Pembinaan dan pendampingan UMKM oleh PT Pertamina (Persero) melalui Program Kemitraan dilakukan merata hampir di seluruh wilayah Indonesia. Tak terkecuali wilayah Timur Indonesia, Papua. Selain kekayaan sumber daya alam, salah satu potensi besar yang dimiliki adalah perkembangan dunia fashion, terutama batik Papua.

Salah satu mitra binaan Pertamina Regional Papua Maluku yang sudah lama berkecimpung di dunia tersebut adalah Kristina Ifaryani. Pemilik usaha Citra Batik Papua ini memulai usahanya sejak tahun 1993.
“Saat itu hanya menjualkan batik produk saudara dengan keuntungan 5%. Setelah modal terkumpul, akhirnya tahun 1997 mulai membuka usaha sendiri,” jelasnya.

Wanita yang akrab disapa Yani ini memusatkan produksi batiknya di Pekalongan, Jawa Tengah daerah asalnya. Namun, untuk proses desain daan kemasaran seluruhnya di pusatkan di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Tapi ia juga memiliki dua toko dengan nama Citra Batik Jayapura.
Meski bukan asli orang Papua, Yani melihat peluangnya sangat besar karena pemainnya masih sedikit. Selama mengibarkan batik Papua, Yani banyak membidik konsumen kelas menengah atas dan pasar mancanegara.
“Di pasar luar negeri banyak yang mencari,” katanya. Kebanyakan konsumen mencari batik ini untuk menambah koleksi kain tradisional khas Indonesia.
Yani fokus memproduksi batik tulis dan batik cap. Selain dalam bentuk lembaran kain, ia juga memproduksi batik menjadi pakaian jadi, seperti kemeja, dress, rok, dan kain pantai. Kapasitas produksi per bulan biasanya 500 pieces pakaian jadi dan lebih dari 10 kain batik tulis ukuran dua meter. Harganya dibanderol mulai Rp 250 ribu hingga Rp 2 uta per helai.
Dalam menjalankan bisnisnya, Yani juga menerapkan usaha berbasis sociopreneur. Di mana ia banyak memberdayakan warga sekitar tempat produksi untuk ikut membantu. Di Pekalongan sendiri, ia banyak memberdayakan ibu rumah tangga untuk membatik. Dan di Jayapura juga terdapat beberapa pegawai warga lokal ikut membantu operasional toko.
Sejak menjadi mitra binaan Pertamina pada tahun 2012, Yani merasakan perubahan yang signifikan terhadap usahanya. “Kami dapat tambahan wawasan berbagi sesama mitra binaan. Sehingga menambah relasi pengrajin-pengrajin batik se-Indonesia. Selain itu juga mendapat Kesempatan pameran di dalam negeri dan luar negeri hingga Australia,”
Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Agus Suprijanto mengapresiasi langkah yang dilakukan Kristina Ifaryani. Menurutnya, peran dalam pelestarian kebudayaan Indonesia harus ditiru oleh semua orang.
”Apalagi batik, sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia, kita wajib untuk menjaga dan
melestarikannya,” ujarnya.(dil/ary) Editor : Administrator