Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Elias Anouw Soroti Konflik Di Dogiyai, DPR Papua Tengah Minta Aparat Lakukan Pendekatan Humanis

T
Penulis: Theresia F. Tekege❯

Anggota DPR Papua Tengah dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Dogiyai, Elias Anouw. (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA)
Anggota DPR Papua Tengah dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Dogiyai, Elias Anouw. (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA)


Advertisement

CEPOSONLINE.COM, DOGIYAI – Anggota DPR Papua Tengah dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Dogiyai, Elias Anouw, menyoroti kembali konflik yang kerap terjadi antara pemuda dan aparat keamanan di wilayah Kabupaten Dogiyai.

Menurutnya, keributan biasanya berlangsung singkat, satu hingga dua hari, kemudian situasi kembali kondusif. Namun demikian, ia menyayangkan hampir setiap insiden selalu memakan korban jiwa, terutama dari kalangan Orang Asli Papua (OAP), khususnya para pemuda.

Elias menegaskan agar aparat keamanan yang bertugas di Dogiyai mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif dalam menghadapi masyarakat sipil.

Advertisement

“Saya minta teman-teman aparat yang bertugas di Dogiyai menghadapi warga sipil dengan pendekatan persuasif, bukan pendekatan senjata. Jangan sampai setiap konflik selalu berujung pada korban jiwa,” tegas Anggota DPR Papua Tengah, Dapil Dogiyai, Elias Anouw kepada media ini via seluler, Rabu, (4/3/2026).

Ia juga meminta agar setiap kasus yang menyebabkan hilangnya nyawa manusia diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku. Menurutnya, rentetan kematian yang terjadi di Dogiyai hingga kini belum sepenuhnya memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban.

“Siapa pun yang menyebabkan hilangnya nyawa harus diproses sesuai hukum. Penegakan hukum harus berjalan agar ada kejelasan dan rasa keadilan,” ujarnya.

Advertisement

Lebih lanjut, Elias menilai salah satu faktor pemicu konflik di Dogiyai adalah peredaran minuman keras (miras). Ia menyebut miras telah menjadi sumber berbagai persoalan sosial yang memicu keributan di tengah masyarakat.

“Penyebabnya salah satunya adalah miras. Ini menjadi sumber banyak masalah di Dogiyai,” kata Anouw.

Untuk itu, ia mengajak seluruh komponen masyarakat, pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, serta para pemuda untuk bersama-sama memberantas peredaran miras dari Kabupaten Dogiyai.

“Kita harus bersatu memerangi miras agar tidak lagi menjadi pemicu konflik dan menimbulkan korban jiwa,” tutupnya. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Masalah di Jila Cukup Kompleks, Polda Lakukan Pemetaan

Masalah di Jila Cukup Kompleks, Polda Lakukan Pemetaan

Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah menginstruksikan jajaran Polres Mimika untuk berkoordinasi secara proaktif dengan Pemerintah Kabupate

Kapolda Runtini Soal Korupsi KPU Mimika: Saya Tidak Akan Tarik Tetap Digas

Kapolda Runtini Soal Korupsi KPU Mimika: Saya Tidak Akan Tarik Tetap Digas

Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas dugaan korupsi dana hibah senilai Rp28 miliar di Komisi

Raperda OAP, Ketenagakerjaan dan Masyarakat Adat Papua Tengah Mulai Digodok

Raperda OAP, Ketenagakerjaan dan Masyarakat Adat Papua Tengah Mulai Digodok

DPR Provinsi Papua Tengah melalui Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) membahas empat rancangan peraturan daerah yang menyangkut

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer