CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua terus memantau sekaligus mengoordinasikan upaya pencarian korban kecelakaan speed boat yang terbalik di perairan Kabupaten Kepulauan Yapen.
Hingga hari keenam pencarian, seluruh potensi dikerahkan untuk menemukan para korban yang masih dinyatakan hilang.
Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri mengatakan, pemerintah daerah telah menginstruksikan perluasan wilayah pencarian dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, serta tim SAR gabungan.
“Ini sudah memasuki hari keenam pencarian. Kami berharap para korban bisa segera ditemukan. Jika ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, kami berharap dapat menerima jasadnya,” kata Gubernur Fakhiri, sebagaimana rilis yang diterima Cenderawasih Pos, Rabu (31/12/2025).
Ia menjelaskan, pencarian tidak hanya difokuskan di sekitar lokasi kejadian, tetapi juga diperluas hingga pulau-pulau di sekitar wilayah Kepulauan Yapen.
Pemerintah Provinsi Papua juga telah meminta bantuan pemerintah kabupaten dan instansi terkait untuk mengerahkan kapal-kapal yang dimiliki guna mendukung proses pencarian.
“Kami sudah meminta pencarian dilakukan di semua pulau. Bahkan kami meminta bantuan Polri dan TNI untuk mengerahkan kapal-kapal yang ada,” ujarnya.
Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor untuk membantu pencarian di wilayah perairan sekitarnya, termasuk Pulau Padaido dan pulau-pulau terdekat lainnya.
“Saya juga sudah meminta kepada Bupati Biak untuk membantu melakukan pencarian di wilayah kepulauan yang ada di sana,” tambah Gubernur Fakhiri.
Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Gubernur Fakhiri menegaskan Pemerintah Provinsi Papua tetap berkomitmen memberikan bantuan kepada para korban dan keluarga terdampak.
“Bantuan yang diberikan memang tidak besar karena keterbatasan anggaran, namun kami berharap bisa sedikit meringankan beban keluarga korban, baik yang berada di Yapen maupun di luar Papua,” katanya.
Atas musibah tersebut, Gubernur Papua menyampaikan belasungkawa mendalam kepada seluruh keluarga korban.
“Secara pribadi dan atas nama Pemerintah Provinsi Papua, saya menyampaikan turut berduka cita atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Kabupaten Kepulauan Yapen,” ucapnya.
Diketahui, speed boat yang mengangkut 21 penumpang itu berangkat dari Kota Serui menuju Kampung Waindu pada Rabu (24/12/2025) sekira pukul 16.30 WIT. Dalam perjalanan, kapal diterjang angin kencang dan gelombang tinggi hingga terbalik dan tenggelam.
Dari peristiwa tersebut, tiga orang penumpang berhasil ditemukan selamat. Sementara itu, 18 penumpang lainnya dinyatakan hilang.
Hingga Sabtu (27/12/2025), tim SAR gabungan menemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia, dan hingga kini 17 korban masih dalam proses pencarian. (*)
Editor : Lucky Ireeuw