CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Tim gabungan Polres Waropen, Pos Brimob Wapoga, komunitas Trabas WLC, dan masyarakat setempat melanjutkan pencarian Khung Kwang alias Angkuan, korban kecelakaan speedboat yang hilang di Muara Kali Obaiwa, Distrik Inggerus, Kabupaten Waropen.
Pencarian dilakukan selama dua hari, Sabtu (25/7) hingga Minggu (26/7), dengan menyisir daratan serta pesisir Kali Otodemo menggunakan kendaraan roda dua.
Tim yang dipimpin Wakapolres Waropen Kompol Dr. Jerry Koagouw, S.H., M.H., sebelumnya menempuh perjalanan laut menggunakan kapal kayu dari Pelabuhan Uri menuju Wapoga. Operasi kemudian dilanjutkan melalui jalur darat dan sepanjang tepian sungai.
Pada hari kedua, personel dibagi menjadi dua kelompok. Tim Wakapolres bergerak menuju lokasi kejadian, sedangkan tim yang dipimpin Kabag Ren Polres Waropen AKP Arif Marianto, S.E., M.M., melakukan pencarian ke arah Kali Wapoga.
Namun, hingga Minggu sore, tim belum menemukan petunjuk pasti mengenai keberadaan korban.
“Kami akan terus melakukan pencarian sampai mendapatkan titik terang. Kami juga berterima kasih kepada kepala suku dan masyarakat setempat yang selalu mendampingi tim selama pencarian,” ujar Jerry.
Khung Kwang dilaporkan hilang setelah speedboat yang ditumpanginya terbalik di Muara Kali Obaiwa pada Rabu (15/7) sekitar pukul 10.00 WIT. Lokasi kejadian berjarak sekitar 77 kilometer dari Kampung Wapoga dan membutuhkan waktu perjalanan sekitar 14 jam melalui jalur sungai.
Kecelakaan terjadi ketika speedboat mengalami gangguan mesin saat Sungai Wapoga sedang meluap dan berarus deras. Perahu kemudian kehilangan kendali dan terbalik. Enam penumpang berhasil menyelamatkan diri, sedangkan Khung Kwang yang bekerja sebagai juru bahasa dinyatakan hilang.
Medan yang berat, tingginya debit air, dan derasnya arus sungai menjadi kendala utama dalam pencarian. Polres Waropen memastikan operasi akan terus dilanjutkan dan perkembangannya disampaikan secara berkala kepada masyarakat.
Polisi juga mengimbau operator transportasi sungai dan perusahaan pengguna angkutan air untuk memastikan kondisi mesin, kapasitas muatan, cuaca, serta debit air sebelum melakukan perjalanan. (*)
Editor : Agung Trihandono