CEPOSONLINE.COM, WAROPEN-Bupati Waropen, Fransiscus Xaverius Mote, membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) V Gereja Kalvari Pentakosta Missi di Indonesia (GPMI) yang diselenggarakan di Kabupaten Waropen selama tiga hari sejak Rabu (23-25/7).
Pembukaan Rakerda bertema "Tetap Bertahan Di dalam Tuhan" ini ditandai secara simbolis oleh Bupati dengan didampingi Ketua GKPMI Papua, Pdt. Yohanes Menanti.
Dalam arahannya, Bupati FX Mote menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh tamu dan peserta di daerah yang dijuluki “Negeri Seribu Bakau” tersebut.
Pada kesempatan itu, ia memaparkan nilai dan filosofi lokal Kanibararuko, sebuah pandangan hidup tentang pentingnya saling mengasihi antar sesama untuk membentuk persatuan dan kekuatan bersama yang dikenal dengan istilah Ndi Sowosio Ndi Korako.
Menguliti realitas daerah, Bupati Mote secara jujur mengakui bahwa Kabupaten Waropen saat ini masih masuk dalam kategori daerah tertinggal di Indonesia.
Kendati demikian, sebagai pemimpin yang berasal dari Suku Mee, Paniai, ia meyakini bahwa amanah dan tugas yang dipercayakan Tuhan kepadanya di Waropen bukanlah suatu kebetulan, melainkan bagian dari rancangan-Nya untuk membangun daerah ini.
"Mungkin karena ketertinggalan ini Tuhan mengutus saya di sini. Saya percaya Tuhan akan terus bekerja dari satu tanda heran ke tanda heran lainnya untuk membangun Waropen," ungkap Bupati Mote di hadapan pengurus dan jemaat gereja.
Bupati juga menyinggung tantangan pembangunan saat ini, dimana hampir seluruh kepala daerah di Indonesia sedang berjuang keras menghadapi situasi efisiensi anggaran nasional.
Kondisi pengetatan keuangan ini diakuinya berdampak langsung pada ritme pembangunan fisik di daerah, bahkan tak sedikit program pembangunan yang terpaksa tertunda atau terbengkalai.
Meski berada dalam keterbatasan anggaran, bupati mengimbau masyarakat dan umat beragama untuk senantiasa bersyukur serta berpegang teguh pada tema Rakerda, yakni tetap bertahan di dalam Tuhan.
Bagi Pemerintah Kabupaten Waropen, gereja merupakan mitra strategis pemerintah, sebab pembangunan yang paling mendasar dan hakiki adalah pembinaan di bidang kerohanian mental masyarakat.
Pelaksanaan Rakerda V GKPMI ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari ke depan di Kabupaten Waropen. Sebanyak kurang lebih 100 orang peserta yang berasal dari utusan berbagai daerah hadir untuk merumuskan program kerja strategis pelayanan gereja ke depan.
Melalui penyelenggaraan Rakerda ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga keagamaan seperti GKPMI dapat terus terjalin erat.
Pembinaan moral dan spiritual umat diyakini menjadi benteng utama masyarakat Waropen dalam menghadapi berbagai dinamika pembangunan serta keterbatasan ekonomi di daerah. (*).
Editor : Elfira Halifa