Bupati Waropen Tekankan Komitmen Siapkan Generasi Emas 2045 pada Peringatan Hari Anak Nasional

Ismail Ceposonline • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 12:33 WIB
Bupati Waropen, Fransiscus Xaverius Mote bersama anak-anak saat peringati Hari Anak Nasional, di Lapangan Elias Paprindey, Kamis (23/7/2026).(CEPOSONLINE.COM/ISMAIL)
Bupati Waropen, Fransiscus Xaverius Mote bersama anak-anak saat peringati Hari Anak Nasional, di Lapangan Elias Paprindey, Kamis (23/7/2026).(CEPOSONLINE.COM/ISMAIL)

CEPOSONLINE.COM, WAROPEN- Bupati Waropen, Fransiscus Xaverius Mote menegaskan pentingnya peran kolaboratif antara orang tua, sekolah, dan pemerintah dalam mencetak generasi penerus bangsa.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan pada peringatan Hari Anak Nasional yang dihadiri oleh jajaran Pemerintah Daerah, jajaran dinas, tenaga pendidik, orang tua, serta ratusan pelajar di Kabupaten Waropen, Kamis (23/7/2026).

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam pemenuhan hak-hak anak.

Sebelumnya, peringatan HAN ini digelar secara zoom bersama Pemprov Papua dan kabupaten di Provinsi Papua secara serentak via teleconfrence video. 

"Hari Anak Nasional itu bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi merupakan momentum untuk meneguhkan komitmen kita bersama bahwa setiap anak berhak untuk hidup, tumbuh, berkembang, memperoleh pendidikan, kesehatan, perlindungan, dan kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita," ujar Bupati F.X Mote di hadapan para hadirin.

Menyongsong 100 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 2045, Pemerintah Kabupaten Waropen berkomitmen penuh untuk menyiapkan anak-anak daerah agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Menurut bupati, anak-anak yang duduk di bangku sekolah hari ini adalah calon pemimpin, tenaga profesional, pengusaha, hingga tokoh masyarakat masa depan.

Untuk mewujudkan Generasi Emas 2045, Pemerintah Kabupaten Waropen menetapkan beberapa langkah strategis, antara lain peningkatan kualitas pendidikan dengan memastikan seluruh anak di Waropen mendapatkan akses dan kesempatan belajar yang layak dan berkualitas.

Kesehatan dan Pemenuhan Gizi: Berfokus pada penanganan dan pencegahan stunting, pemberian imunisasi, penyediaan pelayanan kesehatan berkualitas, serta pencegahan usia pernikahan dini.


Perlindungan Anak: Menjamin perlindungan anak dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, dan perdagangan orang.

Pembentukan Karakter dan Budaya: Membentuk karakter generasi muda yang beriman, berakhlak, disiplin, serta mencintai dan melestarikan budaya Papua dan Waropen.

Penguasaan IPTEK: Mendorong penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi agar anak-anak Waropen mampu bersaing hingga tingkat internasional.

Bupati memberikan motivasi dan pesan langsung kepada para siswa dan pelajar yang hadir. 

Ia mengingatkan agar para siswa menggunakan waktu belajar dengan sebaik-baiknya dan menjauhi perilaku kekerasan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

“Kepada anak-anakku sekalian, Bapak hanya berpesan satu: belajarlah dengan baik. Belajar hal-hal yang membawa kebaikan bagi dirimu, keluargamu, dan daerahmu”

“Jauhilah kekerasan di sekolah dan dengarkan arahan orang tua serta guru. Waktu untuk belajar adalah untuk belajar, jangan disia-siakan," tegasnya.

Bupati juga menyoroti pentingnya literasi keuangan dan dukungan langsung kepada pelajar melalui program Waropen Cerdas.

Bupati meminta Dinas Pendidikan dan para Kepala Sekolah untuk mendata seluruh siswa SMP dan SMA/SMK termasuk dari SMA Negeri Waren, SMA Advent Botawa, hingga sekolah swasta lainnya yang belum memiliki rekening tabungan atas nama pribadi agar segera difasilitasi. (*)

Editor : Elfira Halifa
Ceposonline.com Waropen Hari Anak Nasional (HAN)