CEPOSONLINE.COM,WAROPEN-Penantian panjang generasi demi generasi di Kampung Nubuai akhirnya membuahkan hasil.
Pemerintah Provinsi Papua resmi menghadirkan proyek pembangunan pengaman gelombang dan pantai di wilayah pesisir dengan panjang 60 meter untuk tahap awal.
Proyek ini menjadi angin segar sekaligus jawaban atas ancaman abrasi yang selama bertahun-tahun mengikis ruang hidup masyarakat adat setempat.
Ancaman tenggelamnya daratan Kampung Nubuai bukan sekadar kekhawatiran tanpa alasan.
Berdasarkan penuturan perwakilan Tokoh Pemuda Masyarakat Hukum Adat Kampung Nubuai, Musa Sawaki, daratan di wilayah pemukiman mereka kini telah terkikis hingga mencapai kurang lebih 100 meter dan kini masyarakat dipaksa untuk terus menyesuaikan dengan lahan yang ada, sementara dihadapan mereka sudah ada jalan raya.
"Kami ini sudah generasi kurang lebih generasi keempat di Kampung Nubuai. Hari ini kami melihat daratan sudah terkikis kurang lebih 100 meter terambil oleh air laut," ungkap Simon Warami Tokoh Masyarakat saat ditemui di lokasi pembangunan, Kamis (9/7/2026).
Bagi masyarakat setempat, tanah yang mereka diami memiliki nilai sejarah dan adat yang sangat mendalam.
Daratan dengan panjang 800 meter dan lebar 250 meter tersebut awalnya merupakan tanah penghargaan yang diserahkan oleh masyarakat hukum adat Sanggai kepada para leluhur mereka.
Namun, terjangan gelombang laut membuat luas tanah adat ini terus menyusut.
Kepala Suku Kampung Nubuai, Hendrik Maniagasi mengatakan situasi kian mendesak mengingat pertumbuhan dan kepadatan penduduk di Kampung Nubuai saat ini sangat luar biasa.
Berkurangnya lahan pemukiman akibat abrasi sempat memicu kekhawatiran besar bagi masa depan generasi muda dan anak-cucu mereka.
Oleh karena itu, kehadiran proyek pengamanan pantai dari Pemerintah Provinsi Papua ini disambut dengan penuh rasa syukur.
Masyarakat setempat, khususnya kelompok pemuda, Musa Sawaki menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Gubernur Provinsi Papua dan pihak promotor pekerjaan lapangan yang telah hadir untuk mengeksekusi pembangunan di kampung mereka.
"Ini merupakan kerinduan dan harapan kami, karena besok generasi muda, anak-cucu kami, yang akan menikmati dan menjaga pantai ini” tutupnya. (*)
Editor : Elfira Halifa