CEPOSONLINE.COM, WAROPEN – Kabupaten Waropen mulai menapaki babak baru pembangunan ekonomi berbasis kelautan dan perikanan. Hal itu ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kampung Waren I, Distrik Waropen Bawah, Rabu (1/7).
Pembangunan KNMP merupakan bagian dari Program Strategis Nasional ini menjadi titik awal transformasi kawasan pesisir Waropen. Tidak hanya membangun fasilitas nelayan, program ini juga diarahkan untuk memperkuat rantai ekonomi perikanan, meningkatkan nilai jual hasil tangkapan, serta membuka ruang kesejahteraan yang lebih luas bagi masyarakat pesisir.
Peletakan batu pertama tersebut dihadiri Wakil Bupati Waropen, Yowel Boari, yang membacakan sambutan Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si.
Bupati menegaskan bahwa pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih bukan sekadar seremoni pembangunan fisik, tetapi menjadi awal dari harapan baru bagi masyarakat pesisir Waropen.
Menurutnya, selama ini masyarakat nelayan menjadi salah satu kekuatan utama daerah pesisir. Karena itu, kehadiran KNMP diharapkan mampu menjawab berbagai kebutuhan dasar nelayan, mulai dari sarana penyimpanan ikan, ketersediaan es, tempat tambat perahu, kebutuhan bahan bakar, hingga akses distribusi hasil perikanan yang lebih baik.
“Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ini merupakan momentum penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir Waropen sekaligus memperkuat sektor kelautan dan perikanan sebagai penggerak ekonomi daerah,” kata Wakil Bupati Yowel Boari, membacakan sambutan Bupati.
Bupati menjelaskan, KNMP merupakan program yang diinisiasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia untuk mendorong transformasi kawasan permukiman nelayan tradisional menjadi kawasan ekonomi maritim yang lebih modern, produktif, bersih, dan berkelanjutan.
Melalui program ini, nelayan tidak hanya didorong untuk meningkatkan hasil tangkapan, tetapi juga mendapat dukungan sistem yang lebih tertata. Salah satunya melalui penguatan cold chain system atau sistem rantai dingin agar kualitas hasil perikanan tetap terjaga sejak ditangkap hingga sampai ke pasar.
Dengan sistem tersebut, jalur distribusi hasil perikanan diharapkan menjadi lebih pendek dan efisien. Dampaknya, nelayan dapat memperoleh harga jual yang lebih baik, sementara masyarakat juga mendapatkan akses terhadap produk perikanan yang lebih berkualitas.
Untuk tipe hub yang dibangun di Kampung Waren I, pemerintah akan menghadirkan sejumlah fasilitas penting, antara lain cold storage, pabrik es, tambatan perahu, kios perbekalan nelayan, bengkel kapal atau docking, balai nelayan, sentra kuliner, kantor pengelola, SPBUN, cool box, kapal, mesin penangkapan ikan, serta sarana penunjang lainnya.
Bupati menilai, fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem perikanan di Waropen. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, hasil laut Waropen tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga berpeluang menjadi komoditas bernilai ekonomi lebih tinggi. (*).
Editor : Lucky Ireeuw