Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Kembali kepada Kasih Mula-Mula: Seruan Gereja Agar Umat Tetap Taat kepada Perintah Allah

Weny Firmansyah • Rabu, 15 Juli 2026 | 18:08 WIB
Gubernur Papua Pegunungan John Tabo, Bupati Tolikara Willem Wandik menghadiri ibadah pembukaan konferensi Klasis Konda ke-XX GIDI Wilayah Toli Selasa, (14/7/2026)
Gubernur Papua Pegunungan John Tabo, Bupati Tolikara Willem Wandik menghadiri ibadah pembukaan konferensi Klasis Konda ke-XX GIDI Wilayah Toli Selasa, (14/7/2026)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Di tengah berbagai tantangan kehidupan yang semakin menguji iman dan kasih, Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) mengajak seluruh umat percaya untuk kembali kepada dasar kehidupan Kristen, yaitu mengasihi Tuhan, mengasihi sesama, dan hidup taat kepada firman-Nya.

 

Seruan itu menggema dalam Ibadah Pembukaan Konferensi Klasis Konda ke-XX GIDI Wilayah Toli Selasa, (14/7/2026) di Karubaga Kabupaten Tolikara.

 

 

Suasana penuh hikmat, pujian, dan penyembahan memenuhi Aula GIDI Wilayah Toli di Karubaga, Selasa pagi. Ribuan jemaat bersama para hamba Tuhan menghadiri Ibadah Pembukaan Konferensi Klasis Konda ke-XX Tahun 2026 dengan mengusung tema, "Kembalilah Kepada Kasih Yang Mula-mula," berdasarkan Wahyu pasal 2 ayat 4 hingga 5.

 

 

Tema ini menjadi panggilan rohani agar setiap orang percaya tidak hanya berbangga atas pertumbuhan gereja, tetapi kembali membangun hubungan yang benar dengan Tuhan melalui ketaatan kepada firman-Nya.

 

 

Firman Tuhan disampaikan Wakil Ketua GIDI Wilayah Toli, Pdt. Aten Yikwa, S.Th., M.Th. Dalam khotbahnya, ia menegaskan bahwa keberhasilan pelayanan tidak akan berarti apabila kasih kepada Tuhan mulai pudar. Gereja dipanggil untuk terus menghidupkan kembali semangat iman yang diwariskan para pendahulu Injil.

 

 

Menurutnya, generasi pertama yang menerima Injil hidup dalam kasih, kerendahan hati, saling menolong, bersekutu, serta setia melayani Tuhan. Nilai-nilai itulah yang harus terus dijaga agar tidak hilang oleh perubahan zaman.

 

 

Pdt. Aten mengajak seluruh jemaat menjadikan konferensi ini sebagai kesempatan untuk mengoreksi diri, bertobat, dan kembali hidup dalam ketaatan kepada setiap perintah Allah. Sebab gereja yang kuat bukan hanya diukur dari banyaknya jemaat atau megahnya bangunan, tetapi dari kehidupan umat yang setia melakukan kehendak Tuhan setiap hari.

 

 

Sementara itu, Ketua Klasis Konda sekaligus Ketua Panitia Konferensi ke-20, Pdt. Agus Kogoya, S.Th., menyampaikan rasa syukur atas penyertaan Tuhan sehingga konferensi dapat terlaksana dengan baik.

 

 

Ia menjelaskan, sidang konferensi yang berlangsung selama tiga hari akan mengevaluasi pelayanan gereja, menyusun arah pelayanan ke depan, serta memilih pemimpin baru yang akan melayani 17 jemaat di lingkungan Klasis Konda.

 

 

Seluruh peserta diharapkan mengutamakan kehendak Tuhan dalam setiap keputusan, sehingga hasil konferensi benar-benar menjadi berkat bagi pelayanan Injil dan mempererat persaudaraan di tengah jemaat.

 

 

Konferensi Klasis Konda ke-20 bukan sekadar agenda organisasi gereja, tetapi menjadi panggilan iman bagi setiap orang percaya untuk kembali kepada kasih yang mula-mula, memperbarui komitmen hidup kudus, menjaga persatuan, serta tetap setia menaati perintah Allah dalam setiap langkah kehidupan.

 

 

Kasih yang mula-mula bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dihidupi. Ketika umat kembali mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan taat kepada firman-Nya, maka gereja akan menjadi terang bagi dunia, keluarga dipulihkan, persaudaraan semakin erat, dan damai sejahtera Allah akan nyata di tengah kehidupan masyarakat. (Diskomdigi Tolikara)

 

Editor : Weny Firmansyah
tolikara Ceposonline.com