CEPOSONLINE.COM,TOLIKARA – Pemerintah Kabupaten Tolikara kembali menorehkan langkah nyata dalam mewujudkan pembangunan yang merata hingga ke pelosok daerah. Bupati Tolikara, Willem Wandik, S.Sos., bersama Wakil Bupati Yotam Wonda, SH., M.Si., secara resmi meresmikan pembongkaran dan pembukaan Jalan WILYON di Wilayah Pembangunan II di Kanggime, Rabu (24/6/2026).
Peresmian ini menjadi bukti nyata komitmen kepemimpinan pasangan WILYON dalam menepati janji kampanye kepada masyarakat. Jalan yang dibuka tersebut akan menghubungkan ruas Trans Puncak Jaya–Tolikara dengan Kampung Logoni dan Kampung Marlo, membuka akses yang selama ini menjadi harapan besar masyarakat setempat.
Kunjungan kerja pemerintah daerah itu turut dihadiri pimpinan dan anggota DPRK Tolikara, para kepala organisasi perangkat daerah, tim pemenangan, tokoh masyarakat, tokoh gereja, serta ratusan warga. Kehadiran rombongan disambut penuh sukacita melalui prosesi adat, ibadah syukur, penyampaian sambutan, hingga jamuan makan bersama yang mencerminkan kebersamaan dan persatuan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Tolikara Willem Wandik menegaskan bahwa pembangunan jalan bukan sekadar proyek fisik, tetapi merupakan jawaban atas kebutuhan mendasar masyarakat yang selama bertahun-tahun mengalami keterisolasian.
“Selama ini masyarakat menghadapi kesulitan dalam mengakses Peningkatan pendidikan, layanan kesehatan, kebutuhan ekonomi, pelayanan gereja, dan berbagai kebutuhan dasar lainnya. Jalan ini adalah jawaban atas doa dan harapan panjang masyarakat. Hari ini kita menyaksikan bersama bahwa pembangunan mulai hadir untuk membuka masa depan yang lebih baik,” ujar Bupati Willem wandik.
Menurutnya, keberadaan Jalan WILYON akan menjadi urat nadi baru yang mempercepat mobilitas masyarakat, mempermudah anak-anak menuju sekolah, memperlancar pelayanan kesehatan bagi warga yang membutuhkan penanganan medis, serta mendukung pelayanan gereja dan pemerintahan bahkan peningkatan ekonomi hingga ke kampung-kampung terpencil.
Bupati Willem wandik juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengawal pembangunan tersebut dengan menjaga keamanan alat berat, mendukung para pekerja, serta menciptakan situasi yang kondusif agar pekerjaan dapat berjalan lancar dan tepat waktu.
“Pembangunan ini milik masyarakat. Karena itu mari kita jaga bersama. Kita juga harus memberikan rasa aman kepada kontraktor, tenaga kesehatan, guru, dan semua pihak yang melayani masyarakat di wilayah ini,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Tolikara Yotam Wonda menegaskan bahwa peresmian jalan tersebut merupakan bentuk nyata respons pemerintah terhadap aspirasi masyarakat yang disampaikan sejak masa kampanye.
“Hari ini kami datang bukan hanya untuk melihat, tetapi untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Pembangunan harus dimulai dari kampung menuju kota. Dengan terbukanya akses jalan ini, kita berharap pertumbuhan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat dapat berkembang lebih cepat,” ungkap Wakil Bupati Yotam wonda.
Dukungan penuh juga datang dari DPRK Tolikara. Ketua DPRK, Meinus W. Yanengga, menjelaskan bahwa lembaga legislatif telah menyetujui dan mengesahkan anggaran pembangunan jalan tersebut sebagai bentuk komitmen bersama dalam mempercepat pembangunan daerah.
Menurutnya, tantangan berikutnya adalah memastikan kualitas pekerjaan agar jalan yang dibangun dapat bertahan lama dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Senada dengan itu, Wakil Ketua I DPRK Tolikara, Wes Kogoya, yang juga merupakan putra daerah setempat, mengajak masyarakat untuk terus mendukung pemerintah melalui doa dan kerja sama yang baik demi keberhasilan pembangunan di wilayah tersebut.
Suasana haru mewarnai kegiatan tersebut ketika sejumlah tokoh gereja, aparat kampung, dan perwakilan masyarakat menyampaikan rasa syukur dan terima kasih. Beberapa di antaranya bahkan meneteskan air mata karena impian memiliki akses jalan yang layak akhirnya terwujud setelah bertahun-tahun dinantikan.
Bagi masyarakat Logoni dan Marlo, pembukaan Jalan WILYON bukan hanya tentang hadirnya infrastruktur baru, melainkan simbol terbukanya peluang, harapan, dan masa depan yang lebih cerah bagi generasi mendatang.
Sebagai tanda dimulainya pembangunan, Bupati Tolikara secara resmi mengesahkan pembongkaran jalan dan menetapkan nama “Jalan WILYON”, disaksikan oleh seluruh masyarakat yang hadir. (*)
Editor : Agung Trihandono