CEPOSONLINE.COM, TOLIKARA- Semangat kebersamaan antara pemerintah daerah, gereja, dan masyarakat kembali terlihat nyata di Kabupaten Tolikara.
Dalam rangka menyukseskan kegiatan besar keagamaan Badan Pekerja Lengkap (BPL) GIDI, Pemerintah Kabupaten Tolikara menggelar rapat penting untuk mematangkan seluruh persiapan pembangunan di Distrik Kanggime.
Bertempat di Distrik Kanggime pada sabtu11/4/2026 dilakukan rapat persiapan pembangunan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam memastikan seluruh tahapan kegiatan berjalan secara terarah, terpadu, dan tepat waktu.
Pemerintah daerah bersama unsur gereja dan masyarakat duduk bersama, menyatukan komitmen demi suksesnya pelaksanaan BPL GIDI yang dijadwalkan berlangsung pada bulan November 2026 mendatang.
Dalam rapat tersebut, disepakati bahwa lokasi pembangunan rumah telah tersedia dan akan dibangun di atas tanah milik gereja GIDI Klasis Kanggi.
Hal ini menjadi simbol kuat kolaborasi antara pemerintah dan jemaat dalam mendukung kegiatan keagamaan berskala besar di wilayah ini.
Dari sisi perencanaan waktu, pembangunan akan dilaksanakan selama enam bulan, dimulai pada bulan Mei hingga Oktober.
Rentang waktu ini dinilai cukup untuk menyelesaikan seluruh kebutuhan infrastruktur secara maksimal sebelum kegiatan BPL GIDI digelar.
Tak hanya itu, kondisi keamanan di Distrik Kanggime dan sekitarnya dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif. Situasi ini menjadi faktor penting yang memberikan jaminan kelancaran pembangunan serta pelaksanaan kegiatan ke depan.
Rapat ini turut dihadiri oleh berbagai unsur penting, mulai dari Asisten II Sekretariat Daerah DR. Imanuel gurik, para camat dari Kanggime dan Wolu, pimpinan klasis seperti Klasis Kanggi, Aburyumaga, Gilubandu, hingga Wondame, serta para kepala suku, LMA, Demma, dan tokoh masyarakat.
Kehadiran lintas elemen ini menunjukkan kuatnya dukungan kolektif dalam menyukseskan agenda keagamaan sekaligus pembangunan daerah.
Sebagai tindak lanjut rapat, disepakati bahwa mulai minggu depan masing-masing klasis akan memulai pembangunan honai di lokasi yang telah ditentukan, serta melakukan kegiatan pembersihan lingkungan secara serentak.
Langkah ini menjadi wujud nyata gotong royong masyarakat Tolikara dalam membangun bukan hanya fisik, tetapi juga nilai kebersamaan dan spiritualitas.
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, gereja, dan masyarakat, diharapkan seluruh rangkaian pembangunan dan pelaksanaan BPL GIDI di Kanggime dapat berjalan lancar, sukses, dan membawa dampak positif bagi kehidupan jemaat serta pembangunan daerah di Tolikara. (*)
Editor : Agung Trihandono