CEPOSONLINE.COM, NABIRE — Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan resmi membuka perekrutan tenaga guru Mapega untuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) tahun 2026.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat pemerataan layanan pendidikan hingga ke wilayah kampung dan daerah terpencil.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah, Nurhaidah, mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari kebijakan prioritas Gubernur Papua Tengah dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di daerah 3T yang masih mengalami kekurangan tenaga pengajar.
“Perekrutan tenaga guru Mapega 3T ini bertujuan untuk mengisi kekosongan guru di sekolah-sekolah, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan dari kampung hingga ke wilayah terluar Papua Tengah,” ujar Nurhaidah via seluler, Senin, (30/3/2026).
Ia menjelaskan, pada tahun 2026 pemerintah membuka sebanyak 224 formasi guru tambahan, yang terdiri dari guru kelas SD (PGSD), guru agama Katolik dan Kristen Protestan, guru PAUD/PGTK, guru Bahasa Inggris sebanyak 30 orang, Bahasa Indonesia 10 orang, serta guru TIK sebanyak 10 orang.
Selain formasi baru, tenaga Mapega Guru 3T tahun 2025 yang telah ditetapkan sebanyak 276 orang tetap dilibatkan dalam proses seleksi, namun hanya mengikuti tahap wawancara sebagai bagian dari evaluasi dan verifikasi sesuai penempatan sebelumnya.
Rekrutmen ini terbuka bagi putra-putri terbaik Papua Tengah dengan persyaratan minimal pendidikan D2 hingga S1 kependidikan, usia maksimal 40 tahun, sehat jasmani dan rohani, serta tidak berstatus sebagai ASN, PPPK, maupun guru tetap yayasan.
Nurhaidah menegaskan bahwa pihaknya juga memprioritaskan pelamar yang berasal dari daerah setempat.
“Kami mengutamakan putra daerah atau pelamar yang sesuai dengan domisili atau asal distrik, agar mereka lebih memahami kondisi sosial dan kebutuhan pendidikan di wilayah masing-masing,” jelasnya.
Proses pendaftaran dilakukan secara daring dengan mengunggah dokumen administrasi seperti surat lamaran, ijazah, transkrip nilai, KTP, pas foto, serta surat pernyataan kesediaan ditempatkan di daerah 3T.
Tahapan seleksi dimulai dari pendaftaran dan pengiriman berkas pada 31 Maret hingga 2 April 2026, dilanjutkan seleksi administrasi pada 6 hingga 17 April 2026, serta wawancara di masing-masing kabupaten pada 20 hingga 24 April 2026.
Program ini akan menjangkau tujuh kabupaten di Papua Tengah, yakni Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya, yang selama ini masih menghadapi keterbatasan tenaga pendidik.
Lebih lanjut Nurhaidah menegaskan seluruh proses rekrutmen dilakukan secara transparan dan tidak dipungut biaya.
“Seluruh proses seleksi ini gratis tanpa biaya apa pun. Kami berharap melalui program ini lahir tenaga pendidik yang berdedikasi untuk membangun pendidikan Papua Tengah mulai dari kampung,” pungkasnya. (*)
Editor : Agung Trihandono