CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Indonesia lagi ramai membahas masalah penyadapan. Siapa sangka perangkat ini punya banyak kemampuan yang tidak hanya merekam tetapi juga bisa mengetahui lokasi si target termasuk meniru menara BTS.
Berikut beberapa jenis dan cara kerja alat sadap dilansir dari berbagai sumber.
1. IMSI Catcher
IMSI Catcher adalah alat yang digunakan untuk mengetahui lokasi seseorang dan memantau komunikasi ponsel melalui metode intersepsi. Alat ini bekerja dengan meniru menara seluler sehingga ponsel target terhubung padanya, memungkinkan penyadap membaca data dan lokasi pengguna. IMSI Catcher biasanya berupa perangkat fisik yang dilengkapi modem, papan ketik, dan sirkuit elektronik, dan dapat dirakit untuk penelitian atau pengujian keamanan jaringan seluler
2. Alat Sadap Resmi (Lawful Interception)
Beberapa lembaga resmi, seperti KPK, menggunakan sistem penyadapan legal yang bekerja sama dengan operator seluler. Contohnya, sistem ATIS buatan Jerman memonitor panggilan dan data secara sistematis dari pusat kontrol, merekam percakapan, durasi, dan metadata tanpa mengganggu fungsi ponsel target. Sistem ini memungkinkan penyidik menganalisis pola komunikasi untuk investigasi.
3. Spyware dan Software Sadap (Pegasus, Predator, Cyrus)
Spyware seperti Pegasus dan Predator adalah perangkat lunak yang dapat menginfeksi ponsel target tanpa diketahui pemiliknya. Pegasus, misalnya, dapat masuk ke ponsel melalui panggilan atau pesan, bahkan tanpa interaksi pengguna, dan memanfaatkan celah keamanan perangkat lunak seperti iMessage.
Predator dan Cyrus juga mampu mengakses ponsel dan komputer, memantau pesan, panggilan, dan aktivitas internet, serta meninggalkan jejak minimal sehingga sulit dideteksi. Selain alat fisik dan spyware, penyadapan dapat dilakukan melalui teknik eavesdropping, seperti Sniffing atau memantau paket data di jaringan, Man-in-the-Middle (MitM) atau menyisipkan diri di antara komunikasi dua pihak, Keylogging atau merekam ketukan tombol pada perangkat dan Pemantauan nirkabel atau memonitor komunikasi Wi-Fi atau seluler yang tidak terenkripsi.
Alat sadap dapat mengancam privasi, keamanan data, dan kebebasan individu. Penggunaan oleh pihak resmi biasanya diatur hukum, sedangkan penyalahgunaan oleh pihak tidak sah dapat menimbulkan risiko pencurian data, pemerasan, atau pengawasan ilegal.
Spyware modern seperti Pegasus dan Predator sangat sulit dideteksi, sehingga pengguna ponsel harus waspada terhadap tautan mencurigakan dan selalu memperbarui perangkat lunak. (*)
Editor : AdminDua