Asap Pekat, 5 Pesawat Gagal Mendarat di Sorong

Norma Fauzia Muhammad • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 17:44 WIB
Nampak cuaca berkabut asap di Kota Sorong dari ATC Tower memantau penerbangan Pesawat dari Bandara DEO Sorong, Selasa (6/10/2026).




(CEPOSONLINE.COM/Fauzia)
Nampak cuaca berkabut asap di Kota Sorong dari ATC Tower memantau penerbangan Pesawat dari Bandara DEO Sorong, Selasa (6/10/2026). (CEPOSONLINE.COM/Fauzia)

CEPOSONLINE.COM, SORONG – Kabut asap yang menyelimuti wilayah Sorong dan sekitarnya mulai mengganggu aktivitas penerbangan dalam dua hari terakhir. 

 

Jarak pandang yang menurun pada pagi hari menyebabkan sejumlah pesawat gagal mendarat di Bandara Sorong dan terpaksa dialihkan ke bandara lain.

 

Manager Operasi Tower 1 AirNav Indonesia Cabang Sorong, Hery Purnomo, mengatakan gangguan paling terasa pada pagi hari ketika jarak pandang berdasarkan laporan meteorologi hanya sekitar 2.000 meter. 

 

Kondisi tersebut menyebabkan tiga pesawat pada hari sebelumnya tidak dapat masuk ke Sorong.

 

Hery Purnomo mengatakan, dari tiga pesawat tersebut, dua penerbangan harus divert atau dialihkan ke Biak, sedangkan satu lainnya dialihkan ke Ambon.

 

 Kondisi serupa kembali terjadi pada Selasa pagi, bahkan kabut asap dinilai lebih pekat meski laporan jarak pandang masih berada di kisaran 2.000 meter.

 

“Hari ini kami melihat lebih pekat lagi jarak pandangnya. Sehingga berdampak pada dua penerbangan yang tidak bisa masuk, itu Garuda dan Batik dengan rute Jakarta-Sorong. Tidak bisa masuk ke Sorong dan memutuskan divert ke Ambon,” kata Hery, Selasa (6/10/2026).

 

Kondisi berangsur membaik pada siang hari dengan jarak pandang mencapai sekitar 3.000 meter. Pesawat Garuda dan Batik yang sebelumnya dialihkan ke Ambon kemudian dapat melanjutkan penerbangan menuju Sorong. Pesawat TransNusa dari Manado juga telah berhasil mendarat di Sorong.

 

Namun, gangguan penerbangan belum sepenuhnya berakhir. Hery mengatakan penerbangan Lion 940 rute Makassar-Sorong-Manokwari-Jayapura masih tertahan di Sorong karena kondisi cuaca di Manokwari. Jarak pandang di Manokwari dilaporkan hanya sekitar 1.500 hingga 2.000 meter sehingga belum memenuhi ketentuan untuk pendaratan berdasarkan regulasi maupun SOP maskapai.

 

Hery Purnomo mengatakan AirNav belum dapat memastikan kapan kondisi tersebut akan kembali normal. Menurutnya, pola kabut asap dalam dua hari terakhir cenderung lebih terasa pada pagi hari. “Kami tidak bisa memprediksi, karena yang bisa memprediksi mungkin dari teman-teman BMKG. Kami sebagai operator yang memberikan pelayanan navigasi penerbangan menggunakan prediksi dari BMKG,” ujarnya.

 

Selain menghambat pesawat yang akan mendarat, kabut asap juga berdampak terhadap jadwal keberangkatan dan menimbulkan keterlambatan penerbangan. 

 

Hery menjelaskan, berdasarkan ketentuan dalam AIP, pesawat bermesin ganda seperti Boeing memiliki batas jarak pandang sekitar 1.600 meter untuk melakukan lepas landas, meski masing-masing maskapai dapat menerapkan standar operasional yang berbeda. “Yang jelas delay. Hari ini pun harusnya Garuda jam 08.50 sudah balik ke Jakarta, ini baru landing dari Ambon menuju Sorong,” kata Hery. (*)

Editor : Abdel Gamel Naser
kabut asap sorong Ceposonline.com