CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Dua tim promosi Super League Isenmulang Kalteng FC dan PSS Sleman belum mampu bersaing dengan tim-tim Liga 1 lainnya.
Pasalnya dalam dua pekan Liga 1 bergulir dua tim tersebut belum memperoleh satu poin pun. Bahkan keduanya menempati posisi paling buncit alias berada di posisi juru kunci.
Isenmulang Kalteng FC yang di musim lalu bernama Adhyaksa Banten FC mengalami dua kekalahan beruntun yakni kalah dari Arema 4-1 dan takluk dari Bali United 1.4
Sementara PSS Sleman di pekan pertama harus mengakui ketangguhan Bali United 1-2 dan di pekan kedua tumbang dari Madura United 1-3
Pelatih Isenmulang Kalteng FC, Mundari Karya, menyebut timnya masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan persaingan Super League. Ia menilai kepercayaan diri pemain menjadi salah satu hal yang perlu segera dibangun setelah mendapat hasil kurang maksimal pada dua laga awal.
"Yang paling pertama yang memang harus kita lakukan adalah memberikan kepercayaan kepada pemain. Seperti dari awal saya katakan, tim ini perlu beradaptasi dengan level Super League," ujar Mundari Karya.
Dua hasil minor itu menjadi perhatian Pelatih PSS Pieter Huistra. Menurutnya, skuad Laskar Sembada harus segera beradaptasi dengan karakter permainan di level Super League, setelah musim sebelumnya berkompetisi di Liga 2 atau Championship.
Huistra menilai kualitas kompetisi yang dihadapi PSS kini berbeda. Kesalahan yang mungkin masih bisa terhindarkan di Liga 2 dapat langsung dimanfaatkan lawan karena saat ini bermain di kasta tertinggi.
"Level Super League berbeda dengan Liga 2. Ketika kami membuat kesalahan di Super League, lawan akan menghukum kami. Jadi, kami harus memperbaiki terutama situasi-situasi bertahan," kata Huistra, Minggu (13/9/2026). (*)
Editor : Weny Firmansyah