Pertandingan yang berakhir dengan skor 1-2 untuk kemenangan Persib Bandung itu meninggalkan catatan buruk.
Adapun situasi stadion memanas sesaat setelah peluit panjang dibunyikan wasit.
Kericuhan pecah setelah Persib Bandung mencetak gol penentu kemenangan pada masa injury time babak kedua.
Sejumlah suporter dilaporkan turun ke lapangan dan melakukan pengejaran terhadap pemain Persib serta perangkat pertandingan.
Kondisi semakin tidak terkendali ketika flare dan petasan dinyalakan hampir di seluruh penjuru tribun Stadion Gelora BJ Habibie.
Asap tebal menyelimuti area stadion dan membuat suasana pertandingan berubah mencekam.
Aksi tersebut berpotensi menjadi bumerang bagi manajemen PSM Makassar.
Pasalnya, penggunaan flare, invasi lapangan, hingga gangguan keamanan pertandingan merupakan pelanggaran serius dalam regulasi disiplin PSSI dan dapat berujung sanksi berat berupa denda uang ratusan juga hingga larangan menggelar pertandingan dengan penonton.
Fenomena flare di stadion sepak bola Indonesia memang bukan hal baru.
Namun praktik tersebut terus berulang meski PSSI telah beberapa kali memberikan peringatan keras kepada klub dan suporter terkait risiko keselamatan serta ancaman hukuman disiplin.
Tak hanya mengganggu jalannya pertandingan, aksi tersebut juga dinilai mencoreng upaya pembenahan sepak bola nasional yang tengah digalakkan setelah berbagai evaluasi besar dalam beberapa tahun terakhir.
Laga PSM Makassar kontra Persib Bandung sendiri dipimpin wasit asal Uzbekistan, Asker Nazhafaliev.
Nama Asker sebelumnya juga sempat menjadi sorotan setelah memimpin pertandingan play-off Liga 2 antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC beberapa waktu lalu.
Hingga kini, PSSI belum mengeluarkan keputusan resmi terkait insiden tersebut. Namun melihat rangkaian pelanggaran yang terjadi, PSM Makassar diperkirakan bakal menghadapi sidang Komdis dalam waktu dekat. (*).
Editor : Yohanes Palen