CEPOSONLINE.COM-JAYAPURA - Minggu (25/4/2026) mendatang, Persipura akan menantang tuan rumah Persipal FC di Stadion Sultan Agung Bantul.
Saat ini, Persipal berada di posisi paling buncit dengan torehan 18 kali kalah , 7 kali imbang dan berlum pernah menang, dan sejak pekan ke 24 calon lawan Persipura ini telah dipastikan terdegradasi ke Liga 3 setelah kalah dari Persela Lamongan 7-1.
Karena itu bagi Persipal, kalah, draw atau menang atas Persipura tak akan berarti sama sekali, mereka tetap terdegradasi, sementara bagi Persipura pertandingan ini sangatlah penting. Kemenangan sudah pasti akan mengangkat motivasi Boaz Solossa dkk untuk kembali ke liga 1.
Secara head to head musim ini dalam dua kali pertemuan Persipura sekali imbang dan sekali menang dimana pada putaran pertama lalu, Persipura yang ketika itu melawat ke Stadion Gawalise Palu ditahan imbang 0-0, sementara di putaran kedua, Persipura menang 3-0 di Stadion Lukas Enembe.
Tak hanya itu, sejak awal tahun, Persipal telah diisukan akan dilego atau dijual ke daerah lain. Klub berjuluk Laskar Tadulako itu disebut akan dibeli oleh seorang pengusaha asal Jakarta. Bahkan, menurut sumber internal yang dikutip dalam laporan tersebut, proses menuju kesepakatan sudah memasuki tahap lanjutan. Nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) disebut berpotensi diteken dalam waktu dekat.
Isu tersebut dengan cepat menyita perhatian publik sepak bola nasional. Apalagi, Persipal merupakan salah satu klub yang cukup lama menghiasi kompetisi Nasional karena berdiri sejak 1960-an dan berjaya di era 1970-an. Jika kabar penjualan itu benar terjadi, maka akan ada perubahan besar dalam perjalanan klub tersebut.
Tak hanya soal kepemilikan klub, kabar lain yang ikut mencuat adalah rencana pemindahan markas Persipal Palu. Dua daerah di Jawa Tengah disebut menjadi kandidat kuat sebagai markas baru tim tersebut. Lokasi yang santer disebut adalah Boyolali dan Kota Solo. (*)
Editor : Weny Firmansyah