CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Laga Inggris vs Argentina akan menjadi sajian utama semifinal Piala Dunia 2026. Rivalitas klasik yang telah lama dinantikan itu kembali tersaji setelah kedua tim terakhir kali bertemu dua dekade lalu.
Pertandingan yang digelar di Atlanta, Amerika Serikat, pada Kamis (17/7/2026) pukul 04.00 WIT, menjadi perebutan satu tiket menuju partai final.
Inggris berambisi mengakhiri penantian panjang tampil di final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak menjadi juara pada 1966, sedangkan Argentina bertekad mempertahankan mahkota juara yang diraih di Qatar 2022.
*Inggris Bidik Final Pertama dalam 60 Tahun*
Di bawah arahan Thomas Tuchel, Inggris kembali menunjukkan konsistensinya di turnamen besar.
Semifinal Piala Dunia 2026 menjadi semifinal keempat yang dicapai The Three Lions sejak 2018, melanjutkan fondasi yang dibangun Gareth Southgate.
Meski demikian, perjalanan Inggris menuju empat besar tidak berjalan mulus. Mereka melewati fase grup dengan performa yang belum sepenuhnya meyakinkan sebelum menyingkirkan Republik Demokratik Kongo, Meksiko, dan Norwegia di fase gugur.
Jude Bellingham menjadi pemain paling bersinar. Gelandang Real Madrid itu mencetak dua gol saat menghadapi Meksiko dan kembali memborong dua gol ketika Inggris bangkit mengalahkan Norwegia lewat babak perpanjangan waktu.
Inggris juga sedang berada dalam tren positif setelah meraih empat kemenangan beruntun dengan selalu mencetak minimal dua gol. Namun, Thomas Tuchel masih menyoroti lemahnya koordinasi lini pertahanan yang beberapa kali membuat timnya berada dalam situasi sulit.
*Argentina Pertahankan Rekor Sempurna di Semifinal*
Di sisi lain, Argentina datang dengan modal yang lebih mengesankan. Juara bertahan itu belum pernah gagal melangkah ke final setiap kali mencapai semifinal Piala Dunia.
Tim besutan Lionel Scaloni harus bekerja keras untuk mencapai empat besar. La Albiceleste menyingkirkan Tanjung Verde, bangkit secara dramatis saat menghadapi Mesir, kemudian mengalahkan Swiss melalui gol spektakuler Julián Álvarez pada babak tambahan waktu.
Kemenangan tersebut memperpanjang rekor Argentina menjadi 13 kemenangan beruntun sejak September tahun lalu. Bahkan, Lionel Messi dan kolega selalu mencetak tiga gol dalam empat pertandingan terakhir di Piala Dunia 2026.
Produktivitas itu membuat Argentina telah mengoleksi 17 gol sepanjang turnamen, hanya terpaut satu gol dari rekor terbanyak mereka dalam satu edisi Piala Dunia yang tercipta pada 1930.
*Lionel Messi Masih Jadi Andalan*
Meski sebagian besar skuad Argentina merupakan pemain yang mengantarkan gelar juara dunia pada 2022, Lionel Scaloni berhasil menjaga keseimbangan tim melalui kombinasi pengalaman dan pemain muda.
Lionel Messi tetap menjadi motor permainan sekaligus ancaman terbesar bagi Inggris. Kapten Argentina itu memimpin daftar sementara pencetak gol dengan delapan gol serta telah mencatatkan dua digit kontribusi gol dalam dua edisi Piala Dunia terakhir.
Di lini depan, Scaloni diperkirakan kembali memasang Julián Álvarez sebagai tandem Messi, sementara Leandro Paredes tetap menjadi pilihan utama untuk menjaga keseimbangan lini tengah.
*Inggris Andalkan Harry Kane dan Jude Bellingham*
Inggris berharap duet Harry Kane dan Jude Bellingham kembali menjadi pembeda. Keduanya sama-sama telah mencetak enam gol dan masih berpeluang merebut Sepatu Emas Piala Dunia 2026.
Kane juga berpeluang mencatat sejarah dengan tampil untuk ke-121 kalinya bersama tim nasional Inggris, melewati rekor Wayne Rooney sebagai pemain nonkiper dengan jumlah penampilan terbanyak.
Namun, Tuchel masih dipusingkan kondisi skuadnya. Jarell Quansah masih menjalani hukuman larangan bermain, Reece James belum sepenuhnya pulih dari cedera, sedangkan Jordan Henderson dipastikan absen setelah menjalani operasi pergelangan tangan. (*)