Argentina vs Swiss : Xhaka Tantang Messi! Swiss Siap Ciptakan Kejutan Terbesar di Perempat Final Piala Dunia 2026
Weny Firmansyah• Minggu, 12 Juli 2026 | 05:13 WIB
KAPTEN. Messi dan Granit Xhaka. (AI)
CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Timnas Swiss hanya tinggal selangkah lagi mengukir sejarah di Piala Dunia FIFA 2026. Setelah sukses menyingkirkan Kolombia melalui drama adu penalti pada babak 16 besar, Granit Xhaka dan kawan-kawan kini membidik kemenangan sensasional atas juara bertahan Argentina pada laga perempat final, Minggu (12/7/2026) pukul 10.00 WIT. Dikutip dari radarwurabaya.jawapos.com, kemenangan atas Argentina akan membawa Swiss lolos ke semifinal Piala Dunia untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.Tekad itulah yang kini menjadi motivasi utama skuad asuhan Murat Yakin.Swiss memastikan tiket ke delapan besar usai mengalahkan Kolombia 4-3 dalam adu penalti setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol hingga 120 menit.Hasil tersebut menjadi pencapaian terbaik Swiss di Piala Dunia sejak mencapai perempat final pada 1954.Xhaka: Swiss Siap Bikin Argentina KesulitanKapten Swiss, Granit Xhaka, menyebut pencapaian tersebut sebagai hasil dari perjuangan panjang generasinya yang selama ini selalu gagal melewati babak 16 besar."Piala Dunia 2014 menjadi turnamen besar pertama saya bersama tim nasional Swiss. Kami telah melewati banyak turnamen dan beberapa kali tersingkir, termasuk melalui adu penalti.Kini kami akhirnya berhasil melangkah lebih jauh," ujar Xhaka kepada FIFA.Gelandang berusia 33 tahun itu mengaku bangga memimpin Swiss pada momen bersejarah tersebut."Menjadi kapten tim nasional adalah sebuah kehormatan. Lebih istimewa lagi karena kami berhasil mencatatkan sejarah baru," katanya.Meski mengakui Argentina merupakan salah satu tim terbaik di dunia, Xhaka menegaskan Swiss tidak datang hanya untuk bertahan."Kami menghadapi salah satu tim terbaik dalam sejarah sepak bola. Namun kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa negara kecil seperti Swiss mampu menyulitkan raksasa sepak bola.Kami siap bertarung selama 90 menit, 120 menit, bahkan jika harus kembali ditentukan lewat adu penalti," tegasnya.Murat Yakin Andalkan Pertahanan DisiplinPelatih Swiss, Murat Yakin, memastikan timnya tidak akan mengubah identitas permainan saat menghadapi Lionel Messi dan kolega.Menurutnya, organisasi pertahanan yang solid menjadi modal utama Swiss sepanjang turnamen.Hingga babak perempat final, Swiss baru kebobolan satu gol, berkat penampilan impresif lini belakang dan kiper Gregor Kobel."Kami adalah tim yang sangat solid. Kami membuktikannya dengan mencatat dua clean sheet beruntun.Selain itu, kami juga mampu mengancam lawan melalui serangan balik," ujar Yakin.Ia menegaskan Swiss akan mencoba mengeksploitasi celah yang dimiliki Argentina."Kami ingin membuat mereka tidak nyaman dan memanfaatkan kelemahan mereka. Satu-satunya cara mengalahkan Argentina dan Messi adalah bermain sebagai satu kesatuan tim," tambahnya.Kepemimpinan Xhaka Jadi Senjata UtamaYakin menilai Xhaka bukan hanya pemimpin di lapangan, tetapi juga figur penting di ruang ganti."Selama bertahun-tahun dia selalu berbicara tentang mimpi mencapai final Piala Dunia. Kini para pemain lain mulai memiliki keyakinan yang sama.Dia memiliki karisma luar biasa dan sangat dihormati rekan-rekannya," kata Yakin.Sementara itu, Xhaka mengaku siap memikul tanggung jawab besar sebagai kapten."Saya sudah terbiasa memikul tanggung jawab sejak masih muda. Tekanannya memang besar, tetapi saya bangga bisa memimpin tim nasional Swiss," ujarnya.Swiss Incar Tiket Semifinal BersejarahMenghadapi Lionel Messi menjadi tantangan terbesar Swiss di Piala Dunia 2026. Namun Xhaka memastikan timnya akan tampil tanpa rasa gentar."Merupakan kehormatan bisa menghadapi Messi. Kami akan memberikan segalanya agar setelah pertandingan nanti kami bisa berkata bahwa kami telah melakukan semua yang kami mampu untuk mengalahkan Argentina," tuturnya.Laga Swiss kontra Argentina di Kansas City Stadium diprediksi berlangsung sengit.Jika mampu menciptakan kejutan, Swiss akan menorehkan sejarah baru dengan lolos ke semifinal Piala Dunia untuk pertama kalinya.(*) Editor : Weny Firmansyah