CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Dunia sepak bola modern kini tidak hanya didominasi investor dari Eropa atau Timur Tengah. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pengusaha besar Tanah Air juga mulai terlibat dalam kepemilikan klub internasional. Fenomena konglomerat Indonesia pemilik klub sepak bola luar negeri ini menunjukkan bahwa pengaruh bisnis Indonesia mulai merambah industri sepak bola global.
Dikutip dari blitarkawentar.jawapos.com Kehadiran konglomerat Indonesia pemilik klub sepak bola luar negeri tidak hanya memperlihatkan kekuatan finansial para pengusaha nasional, tetapi juga membuka peluang bagi pemain Indonesia untuk menembus kompetisi internasional. Beberapa klub di Eropa bahkan pernah menjadi tempat berkembangnya pemain muda Indonesia.
Dari Liga Inggris hingga Liga Italia, berikut beberapa konglomerat Indonesia pemilik klub sepak bola luar negeri yang memiliki investasi di dunia sepak bola internasional.
Bakrie Group dan Klub Belgia Cercle Brugge
Salah satu kelompok usaha Indonesia yang pernah dikaitkan dengan kepemilikan klub di Eropa adalah Bakrie Group.
Perusahaan besar yang dikenal memiliki bisnis di sektor energi, media, hingga properti ini juga memiliki keterlibatan dalam klub sepak bola Belgia Cercle Brugge.
Klub yang berbasis di kota Brugge tersebut sempat menjadi perhatian publik Indonesia karena beberapa pemain muda Tanah Air pernah mendapatkan kesempatan untuk bergabung dan mengembangkan karier di sana.
Erick Thohir dan Oxford United
Nama berikutnya adalah Erick Thohir, pengusaha sekaligus Menteri BUMN yang saat ini menjabat sebagai Ketua PSSI periode 2023–2027.
Erick diketahui memiliki saham di klub Inggris Oxford United, yang berkompetisi di kasta ketiga sepak bola Inggris.
Sebelum memiliki Oxford United, Erick Thohir juga sempat menjadi pemegang saham mayoritas klub raksasa Italia Inter Milan. Di Indonesia, ia juga pernah menjadi pemilik klub Persis Solo sebelum akhirnya melepas kepemilikan tersebut.
Hartono Bersaudara dan Como 1907
Salah satu investasi terbesar dari pengusaha Indonesia di sepak bola Eropa datang dari dua miliarder Tanah Air, yaitu Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono.
Saat itu Como berada dalam kondisi sulit setelah sempat mengalami kebangkrutan. Namun sejak berada di bawah kepemilikan investor Indonesia, klub tersebut perlahan bangkit dan kembali bersaing di kompetisi Serie B.
Menariknya, Como juga berhasil menarik perhatian sejumlah tokoh sepak bola dunia. Salah satunya adalah legenda sepak bola Prancis Thierry Henry yang ikut bergabung sebagai pemegang saham klub.
Sandiaga Uno dan Tranmere Rovers
Pengusaha Indonesia lainnya yang juga pernah dikaitkan dengan kepemilikan klub luar negeri adalah Sandiaga Uno.
Melalui jaringan bisnisnya, Sandiaga disebut memiliki saham di klub Inggris Tranmere Rovers. Klub yang bermarkas di Birkenhead ini berkompetisi di English Football League Two, atau dua tingkat di bawah kompetisi Premier League.
Meski bukan klub papan atas, investasi tersebut menunjukkan bahwa minat investor Indonesia terhadap industri sepak bola Eropa cukup besar.
Peluang Besar bagi Sepak Bola Indonesia
Fenomena konglomerat Indonesia pemilik klub sepak bola luar negeri menunjukkan bahwa sepak bola telah berkembang menjadi industri global bernilai miliaran dolar.
Keterlibatan investor Indonesia tidak hanya berdampak pada bisnis semata, tetapi juga membuka peluang kerja sama internasional dalam pengembangan pemain muda.
Jika tren ini terus berkembang, bukan tidak mungkin semakin banyak pemain Indonesia yang mendapatkan kesempatan berkarier di liga-liga top dunia melalui jaringan klub yang dimiliki para pengusaha Tanah Air.
Dengan semakin kuatnya pengaruh pengusaha Indonesia di industri sepak bola global, masa depan kolaborasi antara sepak bola nasional dan kompetisi internasional pun terlihat semakin terbuka. (*)