Sejak Polisi Tak Lagi Bertugas, Pesta Miras Marak di Pasar Mararena

Roberth Mboik • Dipublikasikan Senin, 13 Oktober 2025 | 09:25 WIB
Pertemuan Pemda Sarmi yang diwakili oleh Kepala Bapenda dan Kadis Perindakop Sarmi bersama komunitas pedagang dan aparat kepolisian di Pasar Mararena, Senin (13/10/2025).(CEPOSONLINE.COM/ROBERT MBOIK)
Pertemuan Pemda Sarmi yang diwakili oleh Kepala Bapenda dan Kadis Perindakop Sarmi bersama komunitas pedagang dan aparat kepolisian di Pasar Mararena, Senin (13/10/2025).(CEPOSONLINE.COM/ROBERT MBOIK)

CEPOSONLINE.COM,SARMI-Aktivitas minum-minuman keras marak dan kerap terjadi di kawasan Pasar Mararena sejak tidak adanya penjagaan polisi di lokasi tersebut.

 

 Kondisi ini membuat para pedagang resah karena gangguan kamtibmas semakin sering terjadi, terutama dari para pemabuk dan penjual miras yang beraksi di dalam area pasar.

 

Melihat situasi yang semakin tidak terkendali, Pemerintah Kabupaten Sarmi bersama pihak kepolisian menggelar rapat bersama komunitas pedagang Pasar Mararena pada Senin (13/10). 

 

Rapat ini membahas upaya menghidupkan kembali pengamanan dan penempatan aparat kepolisian di pasar tersebut.

 

Warga dan pedagang menyebut, sejak aparat kepolisian terakhir ditugaskan di Pasar Mararena pada tahun 2024, situasi pasar relatif aman. Namun setelah polisi ditarik, aksi mabuk-mabukan dan gangguan keamanan mulai meningkat kembali.

 

Bang Dul, Ketua Asosiasi Pasar Inpres Mararena, dengan nada tegas meminta pemerintah dan aparat bertindak cepat.

 

“Pemerintah dan pihak keamanan mohon tindak tegas, supaya bapa dorang, mama dorang, kita semua aman. Ini yang saya minta, ini yang paling utama sekali,” ujarnya lantang.

 

Para pedagang berharap pemerintah dan kepolisian segera menempatkan kembali personel pengamanan di Pasar Mararena demi menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama.(*).

Editor : Agung Trihandono
SARMI minuman keras papua Ceposonline.com PASAR