Dari Malam Penganugerahan Kebudayaan Pemprov Papua
CEPOSONILNE.COM, JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua melalui dinas Kebudayaan Pariwisata melaksanakan acara Malam Apresiasi Penganugerahan Kebudayaan Papua 2023 di @home premiere Horison Tanah Hitam Kamis (7/12) lalu.
Staf Ahli Gubenur Papua Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Elsye Rimbekwan mengatakan, Republik Indonesia merupakan negara yang memiliki keragaman berbagai macam kebudayaan.
Budaya tersebut merupakan peninggalan nenek moyang yang secara turun temurun diturunkan kepada semua sebagai generasi penerus. Agar budaya itu tidak punah. Akan tetapi dalam kenyataanya banyak sekali generasi muda yang kurang peduli dengan budaya peninggalan nenek moyang.
"Budaya menuntut kita semua agar terlibat secara langsung dalam pelestarian, pembinaan serta pelindungan nilai-nilai budaya di Papua sebagai penyangga budaya nasional," kata Elsye Rimbekwan, Kamis (7/12) lalu.
Lanjut dia, malam Penganugerahan Kebudayaan Papua merupakan wujud apresiasi Pemerintah terhadap putra-putri terbaik bangsa yang telah berdedikasi dan berprestasi dalam melestarikan dan memajukan kebudayaan Indonesia di Papua.
"Salah satu event penting pada malam hari ini adalah penyerahan sertifikat Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian terkait kepada pelaku dan penggiat kebudayaan di Papua.
"Pemerintah provinsi Papua mengucapkan selamat atas sudah disertifikasinya beberapa Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) tersebut. Mudah-mudahan di masa yang akan datang Provinsi Papua bisa menghasilkan lebih banyak lagi etnis-etnis kebudayaan yang teregister dan tersertifikasi baik Nasional maupun Internasional, sebagaimana Noken yang telah diakui oleh Lembaga Internasional (UNESCO),"ujarnya.
Adapun untuk Kabupaten Sarmi yang telah disertifikasi adalah Kain Terfo dan Karamo (tarian). Khusus kain Terfo, promosinya telah digencarkan ke even-evan nasional bahkan ke internasional.
Seperti pameran produk kain tenun dari seluruh dunia di London, kain Terfo juga sempat dipamerkan melalui pemerhati kain tenun Indonesia Dian Oerip.
Selain dari Kabupaten Sarmi, ada juga dari kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, Kabupaten Biak, Kabupaten Kepulauan Yapen, Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Mimika, Kabupaten Merauke, dan Kabupaten Asmat.
Selain pengahragaan warisan budaya tak benda, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga mememberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh seniman Papua yang telah mengangkat budaya Papua hingga dikenal seperti saat ini.
Diketahui, bertepatan dengan acara tersebut, dilaunching pula branding logo dan Tagline Pariwisata Provinsi Papua yang akan menjadi identitas Pariwisata Provinsi Papua, dengan desain logo dan tagline bertemakan yaitu "Papua Sparkle Of The East" (Papua Kilauan dari Timur).
Melalui brand ini diharapkan dapat mempromosikan potensi pariwisata di Provinsi Papua dan mendorong serta meningkatkan arus kunjungan wisatawan baik lokal, wisatawan nusantara maupun wisatawan manca negara datang berkunjung ke Papua. (*)
Editor : Weny Firmansyah