Tiga Kejuruan Kembali Dibuka UPTD LLK UKM Biak

Ismail Ceposonline • Dipublikasikan Kamis, 19 September 2024 | 14:29 WIB
Aktivitas di kelas kejuruan UPTD LLK UKM Biak.
Aktivitas di kelas kejuruan UPTD LLK UKM Biak.

CEPOSONLINE.COM, BIAK - Tiga kelas Kejuruan kembali dibuka oleh UPTD LLK UKM Biak.

Kejuruan yang dibuka adalah menjahit, meubel air, dan teknik jaringan komputer.

Menurut Kepala UPTD LLK UKM Biak, Yalon Kbarek, tiga kejuruan tersebut telah berlangsung selama kurang lebih dua minggu berjalan.

Ketiga kejuruan ini saat kata Yalon Kbarek masing-masing kelas diikuti sebanyak 16 peserta.

 Setiap hari kerja, ketiga kejuruan ini akan aktif hingga enam jam pelajaran.

Didampingi para instruktur yang memang sudah ahli pada bidang mereka masing-masing.

Rudolf Mirino, salah seorang instruktur pada kelas komputer dan jaringan atau IT mengatakan saat ini para peserta masih memasuki tahapan menggambar perangkat-perangkat keras yang terdapat dalam pada komputer, sebagai sesi pengenalan terhadap perangkat-perangkat keras.

Di sisi lain, kata Rudolf Mirino pada akhir kelas nanti, para peserta diharapkan dapat melakukan perakitan PC dan juga sekaligus mengenal perangkat-perangkat lunak, serta dapat melakukan penginstalan operating system pada perangkat komputer yang telah dirakit.

Untuk kelas menjahit, instruktur Neti Kafiar mengatakan, para peserta yang datang pada awalnya masih belum memahami sejumlah perangkat mesin jahit, bahkan belum mampu mengukur, merumus, menggambar pola, hingga menggunting bahan.

Namun kini, memasuki minggu kedua, seluruh peserta sudah mulai memahami mesin jahit, cara mengukur badan, hingga menggunting dan menjahit sesuai dengan pola yang telah digambar.

“Awalnya kita melakukan pengenalan terhadap alat-alat dulu, pengenalan terhadap mesin jahit, mesin obras.”

“Kemudian melangkah ke tahapan pengukuran hingga membuat pola dan menggunting, karena disitu tahapan yang sangat sulit,” ujar Neti.

Kelas menjahit selama ini kata Neti, yang didominasi oleh Ibu-ibu ini diakhir kelas sangat berkeinginan untuk membuka usaha jahit di rumah maupun ditempat usaha yang mereka miliki.

Dengan begitu dapat membantu ekonomi keluarga, selain itu juga mereka bisa berdaya lewat keahlian menjahit itu.

Untuk kelas Meubel Air sendiri, instruktur Sulastri Baderan mengatakan, dari 16 siswa yang ada, delapan peserta pelatihan adalah anggota binaan dari Lapas Kelas IIB Biak.

Delapan lainnya merupakan peserta tingkat lanjut untuk kejuruan Meubel Air yang telah mengikuti pelatihan tingkat pertama sebelumnya.

 

Pada kelas Finishing teknik oles, pada kelas kejuruan Meubel Air yang dipelajari para peserta ini, dititik beratkan pada pembuatan meja bundar portable.

Meja ini kata Sulastri memiliki keunikan dan keunggulan karena mudah dibawa dan dirakit maupun dilipat, Sehingga jika ingin dibawa kemana-mana hal itu memungkinkan.

 “Harapan kita mereka bisa mengusai tentang perakitan, struktur konstruksinya hingga finishingnya.”

“Baik teknik oles natural dan teknik finishing rekayasa teknik olesnya. Meja bulat portable ini, cukup mudah pembuatannya dan sangat simple, walaupun belum sempurna mereka bisa mengusai,” pungkasnya. (*)

 

Editor : Gratianus Silas
BIAK Ceposonline.com UPTD