Satgas ODC Kembangkan Penyelidikan Penembakan Bripda Jhon Galu di Tolikara

Wahyu Welerubun • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 13:33 WIB
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo. (Foto: Istimewa).
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo. (Foto: Istimewa).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz (Satgas ODC) 2026 bersama jajaran kepolisian kewilayahan melancarkan penyisiran intensif dan mengembangkan penyelidikan atas insiden penembakan yang menimpa Bripda Jhon Galu Situmorang, personel Polsek Ilu, Polres Puncak Jaya.


Peristiwa penghadangan terjadi di Jalan Poros Puncak Jaya–Tolikara, tepatnya di sekitar Jembatan Kuari, Kampung Umage, Distrik Umage, Kabupaten Tolikara, Kamis (20/8/2026). 


Saat itu, rombongan personel Polsek Ilu sedang melintas menggunakan kendaraan dinas untuk melakukan observasi lapangan sebelum tiba-tiba diberondong tembakan dari arah ketinggian.


Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, membenarkan terjadinya serangan mendadak yang menembus kendaraan operasional petugas tersebut.


“Kejadian tersebut terjadi di jalan Poros dari Puncak Jaya menuju Tolikara, yaitu di sekitar Jembatan Kuari, Kampung Umage, Distrik Umage, Kabupaten Tolikara, saat anggota Polsek ilu sedang melakukan observasi, tiba-tiba diserang dengan kontak tembak dari ketinggian. 


Tembakan mengenai atap kendaraan dinas, di antaranya lampu rotator yang pecah, dan salah satu proyektil peluru mengenai anggota atas nama Bripda Jhon Galu Situmorang pada pangkal paha kiri,” kata Kasatgas Humas Damai Cartenz-2026, Jumat (21/8/2026).


Penanganan medis darurat langsung menjadi prioritas utama usai kontak tembak mereda. Bripda Jhon Galu sempat dilarikan ke RSUD Karubaga, kemudian dirujuk ke RSUD Jayawijaya, hingga akhirnya dievakuasi menggunakan penerbangan udara menuju RS Bhayangkara Jayapura pada hari ini (Jumat,red) akibat kondisi kesehatan yang menurun.


“Pada saat itu, kami langsung mengutamakan penyelamatan korban karena proyektil masih berada di dalam dan belum dikeluarkan. Korban kemudian dibawa ke RSUD Karubaga. Karena keterbatasan fasilitas, korban dievakuasi lagi ke RSUD yang ada di Kabupaten Jayawijaya. 


Namun, pada siang hari ini korban dievakuasi ke Jayapura untuk dibawa ke RS Bhayangkara karena kondisi anggota semakin menurun,” lanjutnya.


Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal dan analisis geografis wilayah yang berbukit serta berhutan lebat, kepolisian mengidentifikasi dugaan kuat kelompok separatis di balik aksi penyerangan ini.


“Berdasarkan hasil identifikasi dan penyelidikan kami, pelaku patut diduga kelompok kriminal bersenjata pimpinan Ternus Enumbi,” ujar Kasatgas Humas.


“Selain mengevakuasi korban, anggota juga melakukan penyisiran di seputaran TKP dan pengembangan ke daerah selanjutnya. Karena memang daerahnya ini, sebelah kiri tebing, kanan ketinggian, sehingga perlu upaya yang cukup tinggi, selain hutan yang cukup lebat di daerah tersebut,” imbuhnya.


Yusuf menambahkan, pola serangan dipastikan menyasar aparat keamanan secara terencana mengingat kendaran yang ditembaki memiliki identitas visual dinas yang jelas. Eskalasi gangguan keamanan di Tolikara sendiri tercatat meningkat dalam kurun satu bulan terakhir.


“Sasarannya aparat keamanan, karena korban menggunakan kendaraan dinas, jadi mudah diketahui, dengan kondisi banyak lubang tembakan terutama di bagian atap. Pada satu bulan terakhir, Kabupaten Tolikara sendiri memiliki tingkat kerawanan, dikarenakan bulan lalu juga terdapat kejadian di mana pekerja jalan menjadi korban,” pungkasnya.


Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan fokus utama jajarannya saat ini adalah memastikan pemulihan kesehatan korban sembari mengumpulkan pembuktian material di lapangan.


“Prioritas kami adalah memastikan korban mendapatkan penanganan medis secara optimal. Setelah itu, penyelidikan terus dikembangkan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab berdasarkan fakta dan informasi yang diperoleh,” ujar Kaops Damai Cartenz-2026.


Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, memastikan penegakan hukum dilakukan terukur berbasis alat bukti faktual.


“Setiap informasi yang diperoleh akan kami verifikasi dan kembangkan untuk memastikan siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini. Penanganannya dilakukan berdasarkan fakta, keterangan dan alat bukti yang diperoleh dalam proses penyelidikan,” jelas Wakaops Damai Cartenz-2026.


Guna mengantisipasi aksi susulan dan menjaga kondusivitas wilayah, Satgas ODC memperketat pengamanan di titik-titik rawan serta mengimbau masyarakat Tolikara untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu liar. (*)

Editor : Weny Firmansyah
Ceposonline.com puncak carstensz Satgas ODC