CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Penetapan calon gubernur terpilih Papua pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada Sabtu (20/9/2025) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) diwarnai dengan aksi demonstrasi oleh ratusan massa dari salah satu pendukung pasangan calon kalah.
Dari data yang dihimpun Cenderawasih Pos di lokasi ratusan massa tersebut mulai melakukan aksi sekira pukul 11.00 WIT tepat didepan pintu masuk kantor KPU Papua.
Diketahui massa aksi tersebut berasal
dari pendukung Paslon 01, Benhur Tomi Mano-Constan Karma (BTM-CK). Massa menolak seluruh hasil keputusan MK atas kemenangan dari Paslon 02 Mathius Fakhiri-Aryoko Rumaropen (MDF-AR).
Tak sedikit aparat keamanan dari Polda Papua amankan jalannya aksi. Dengan peralatan lengkap aparat keamanan memblokade gerbang KPU agar masa tidak masuk kedalam halaman kantor tersebut.
Dalam baliho yang dibawakan massa tanpak bertulis "Kami perempuan Tabi-Saereri menolak hasil PSU Pilkada Papua dan manipulasi suara rakyat, dan Tolak Gubernur Tipe-x Manipulasi Suara".
"Tadi mulai aksi jam 11.00 WIT. Masa yang datang kurang lebih 300 orang, tetapi yang lain sudah pada pulang," kata seorang petugas keamanan kepada Cenderawasih Pos saat aksi berlangsung, Sabtu (20/9/2025).
Sementara itu Ibu Monim salah satu orator dari aksi tersebut mengatakan bahwa pihaknya dengan tegas menolak seluruh hasil Pemungutan Suara Ulang (PSU) Papua meski MK telah menetapkan pasangan calon nomor urut 02 Mari-Yo terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur Papua.
Menurut Monim putusan MK tidak sah karena dianggap curang. Dengan lantang ia meminta KPU Papua untuk mendengarkan aspirasinya tersebut.
"Kami menolak seluruh hasil PSU Pilkada Papua. Karena kemenangan itu hasil dari kecurangan dan manipulasi. Kami tolak keputusan ini tidak sah," kata Monim dengan tegas dihadapan aparat keamanan.
Situasi di lokasi pun sempat memanas, massa aksi membatasi wartawan masuk kedalam kantor KPU untuk meliput. Dilain sisi massa aksi juga menahan sebagian diduga pendukung dari paslon Mari-Yo yang mengikuti berlangsung proses penetapan.
Kondisi ini pun memantik amarah dari pendukung Paslon 02, namun berhasil diredam setelah aparat melakukan negosiasi mendalam dengan kedua belah pihak.
Hingga berita ini dinaikin situasi di depan KPU Papua beransur Kondusif, meski massa aksi menduduki halaman depan kantor KPU Papua sambil berorasi. (*)
Editor : Lucky Ireeuw