Ini Alasan KPU Jayawijaya Imbau Publik Jangan Percaya Quik Count Yang Beredar

Deni Tonjau • Dipublikasikan Kamis, 28 November 2024 | 00:32 WIB
Ketua KPU Jayawijaya Silas Hubi saat memberikan keterangan Di Kantor KPU Jayawijaya Rabu (27/11/2024) Malam. Denny/Ceposonline
Ketua KPU Jayawijaya Silas Hubi saat memberikan keterangan Di Kantor KPU Jayawijaya Rabu (27/11/2024) Malam. Denny/Ceposonline

CEPOSONLINE.COM, WAMENA -Komisi Pemilihan umum (KPU) Kabupaten Jayawijaya pastikan tidak menggunakan lembaga survei perhitungan cepat dalam Pilkada serentak ini, namun untuk perhitungan suara itu, KPU hanya menggunakan aplikasi SIREKAP sehingga hasil Quik Count yang beredar pada grup-grup WhatsApp belum bisa dipercaya.

Ketua KPU Kabupaten Jayawijaya Silas Hubi kepada ceposonline.com Rabu (27/11/2024) malam, menegaskan jika hasil perhitungan cepat yang disampaikan oleh pihak -pihak tertentu, KPU Jayawijaya ingin menyampaikan kepada publik bahwa untuk sementara hasil -hasil itu tidak benar, artinya lembaga survei yang digunakan ini KPU juga tidak tahu.

"Kalau kami dari KPU seluruh Indonesia kami dianjurkan melakukan penghitungan lewat aplikasi SIREKAP, dimana hasilnya akan didapatkan dari tingkat KPPS setelah itu hasil dimasukan dalam C hasil, setelah itu dimasukan dalam SIREKAP barulah bisa diketahui untuk hasilnya,"ungkapnya di Kantor KPU Jayawijaya.

Sampai saat ini perhitungan yang menggunakan aplikasi SIREKAP belum ada yang masuk, sehingga hitungan -hitungan yang di publikasikan lewat grup -grup WhatsApp, KPU Jayawijaya menyampaikan kalau hasil itu sama sekali tidak benar.

"Kami imbau kepada masyarakat yang ada di Kabupaten Jayawijaya dan juga 4 Pasangan calon Bupati serta timnya untuk tetap menunggu hasil resmi dari KPU Kabupaten Jayawijaya lewat aplikasi SIREKAP nanti,"Tegas Silas.

Silas mengaku untuk perhitungan suara sampai saat ini masih ada ditingkat TPS, oleh karena KPU juga berupaya agar KPPS secepatnya menghitung dan segera dilaporkan sehingga, KPU Jayawijaya bisa menginformasikan kepada publik jika hasil yang sebenarnya.

"Kalau yang sekarang beredar ditengah masyarakat belum bisa dipercaya oleh publik di seluruh Kabupaten Jayawijaya,"Katanya.(*)

Editor : Lucky Ireeuw
KPU Jayawijaya Ceposonline.com