CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano menegaskan, Persipura bukan hanya milik masyarakat Papua, tetapi telah menjadi kebanggaan seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
“Persipura ini bukan hanya milik orang Papua, tetapi milik seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke,"ucap pria yang biasa disapa BTM ini pada malam perayaan HUT ke-63 Persipura yang berlangsung penuh haru dan kekeluargaan di Cendrawasih Karsa Store Hamadi, Senin (25/5/2026).
Kata BTM bahwa, Persipura adalah jati diri bagi semua orang Papua, sehingga tim ini harus dijaga baik selamanya.
Dalam kesempatan tersebut, BTM juga mengenang pesan mendalam dari salah satu tokoh pendiri Persipura, Pdt.Mesach Koibor, yang meminta dirinya dan generasi penerus untuk menjaga Persipura dengan sepenuh hati.
“Untuk itu marilah kita semua mendukung Persipura Jayapura. Menang ataupun kalah, Persipura harus tetap bertahan,”ujar mantan Wali Kota Jayapura 2 periode ini.
BTM menggambarkan betapa besar kecintaan masyarakat Papua terhadap klub berjuluk Mutiara Hitam tersebut.
Menurutnya, Persipura bukan sekadar klub sepak bola, melainkan simbol harga diri dan identitas masyarakat Papua.
Ia mengaku para pengurus Persipura sering menerima tekanan dan kritik keras ketika tim mengalami kekalahan.
“Kalau Persipura menang, nama kami mungkin hilang dimakan bumi. Tapi kalau Persipura kalah, nama kami dicaci maki dan dihina,”ungkapnya.
Meski demikian, BTM menegaskan bahwa dirinya bersama seluruh jajaran manajemen tetap berkomitmen menjaga dan membesarkan Persipura demi masyarakat Papua.
“Kita berdiri untuk orang banyak di atas tanah Papua ini demi menjaga Persipura Jayapura. Itulah pesan dari Bapak Mesach Koybur kepada kami anak cucunya, jaga Persipura baik-baik,”lanjutnya.
BTM juga turut mengenang sejarah awal berdirinya Persipura Jayapura yang tidak terlepas dari peran tokoh-tokoh gereja dan masyarakat Papua pada masa itu.
Ia menceritakan bahwa setelah Papua kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia, para pemuda Papua mengalami dinamika politik yang sangat tinggi.
Di tengah situasi tersebut, hadir tokoh gereja Pdt.Mesach Koibor, Ketua Sinode pertama GKI di Tanah Papua yang memberi perhatian besar kepada generasi muda Papua.
“Beliau mengumpulkan anak-anak Papua yang punya talenta dan kemampuan yang baik. Dari bidang musik lahirlah Black Brothers, sementara di bidang olahraga kemudian dibentuk Persipura Jayapura oleh GKI di Tanah Papua,”terangnya.
Ia juga mengenang momen bersejarah pada 25 Mei ketika tokoh-tokoh sepak bola Papua seperti Gasper Sibi dan Barnabas Yowe datang ke rumah bapak Pdt.Mesach Koibor,
untuk berkomitmen mendirikan Persipura Jayapura.
“Di situlah mereka berkomitmen mendirikan Persipura Jayapura yang malam ini kita rayakan ulang tahunnya yang ke-63 tahun,” kata BTM.
Menurutnya, Pdt.Mesach Koibor, yang kini berusia 89 tahun menjadi saksi hidup lahirnya Persipura Jayapura yang kini dikenal sebagai salah satu klub legendaris sepak bola Indonesia.
“Beliau sekarang sudah berumur 89 tahun. Dari situlah awal mula lahirnya Persipura Jayapura,” tutup BTM. (*).
Editor : Yohanes Palen