Banyak Sampah Organik di Rumahmu? Atasi dengan Budidaya Maggot,  Bisa Datangkan Cuan

Agung Trihandono • Dipublikasikan Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:58 WIB
Tim Pengmas FMIPA UI ketika mengenalkan budidaya maggot untuk olah sampah organik rumah tangga. (Ceposonline.com/ANTARA/HO-Humas UI)
Tim Pengmas FMIPA UI ketika mengenalkan budidaya maggot untuk olah sampah organik rumah tangga. (Ceposonline.com/ANTARA/HO-Humas UI)

CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA - Hampir setiap rumah tangga menghasilkan sampah tiap hari. Sampah yang tidak ditangani dengan baik menimbulkan bau tak sedap dan meresahkan.

Padahal bila kita tahu cara mengelolanya justru bisa menghasilkan cuan. Salah satunya dengan cara budidaya Maggot yang memanfaatkan limbah atau sampah organik.

Hal ini yang dilakukan Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI),  mengenalkan budi daya maggot dari lalat Black Soldier Fly (BSF) untuk mengolah sampah organik rumah tangga kepada masyarakat.

Ketua tim pengabdian kepada masyarakat FMIPA UI Fadhillah dalam keterangannya, Rabu, menjelaskan bahwa sampah organik yang dihasilkan sehari-hari masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali.

Selain diolah menjadi kompos, sebagian sisa makanan yang sesuai dapat digunakan sebagai pakan maggot BSF. Sedangkan biodigester memungkinkan pengolahan bahan organik untuk menghasilkan biogas.

“Sampah organik yang dihasilkan sehari-hari sebenarnya masih bisa dimanfaatkan. Selain diolah menjadi kompos, sisa makanan juga dapat digunakan sebagai pakan maggot BSF, sementara melalui biodigester, sampah organik berpotensi menghasilkan biogas," katanya seperti dilansir Antara, Rabu (28/10/2026).

Jadi, ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengolah sampah agar lebih bermanfaat, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Tim Pengmas FMIPA UI mengenalkan budi daya maggot ini kepada warga di RW 17, Kelurahan Tugu, Kota Depok, Jawa Barat.

Sebanyak 20 warga dari sejumlah RT di RW 17, termasuk Ketua RW 17, drg Novarita mengikuti kegiatan tersebut.

Kegiatan ini memperkenalkan pemanfaatan maggot untuk mengolah sampah organik menjadi biomassa larva yang berpotensi digunakan sebagai bahan pakan ternak serta kasgot yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik setelah melalui pengolahan yang sesuai.

Guru Besar Departemen Biologi FMIPA UI, Prof Mufti Petala Patria mengatakan budi daya maggot BSF sebagai salah satu pendekatan pengolahan sampah organik dalam kerangka ekonomi sirkular.

Melalui proses budi daya yang dikelola dengan baik, larva dapat mengonsumsi bahan organik yang sesuai dan mengubahnya menjadi biomassa.

Biomassa tersebut berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak, termasuk unggas, karena kandungan protein dan lemaknya.

Selain biomassa larva, budi daya maggot BSF menghasilkan kasgot, yaitu residu dari media pemeliharaan larva.

Setelah melalui pengolahan dan pematangan yang sesuai, kasgot berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

Dengan demikian, budi daya maggot BSF membuka peluang pemanfaatan sampah organik menjadi dua produk berbeda, yaitu biomassa larva dan kasgot.

Selain budi daya maggot, warga juga diperkenalkan pada biodigester, yakni teknologi yang memanfaatkan aktivitas mikroorganisme dalam kondisi tanpa oksigen atau anaerob untuk menguraikan bahan organik dan menghasilkan biogas.

Dalam penerapannya, bahan organik yang
telah dipilah dapat dicacah dan dicampurkan dengan bahan masukan lain, seperti kotoran sapi, sesuai dengan kebutuhan sistem.

Biogas yang dihasilkan berpotensi digunakan sebagai sumber energi alternatif, sedangkan residu biodigester perlu dikelola sesuai karakteristiknya sebelum dimanfaatkan lebih lanjut.(*)

Editor : AdminDua
bau SAMPAH