Awas! Dari Hasil Penelitian Ada Risiko Penggunaan AI Secara Berlebih Bagi Generasi Muda

CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA - Penggunaan kecerdasan buatan memang banyak membantu memudahkan generasi muda, baik dalam dalam perjalanan maupun tugas perkuliahan. Tapi tahu kah anda, bahwa ada sisi negatif dari penggunaan AI yang berlebihan.
Seperti dilansir Antara, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie mengatakan bahwa penggunaan kecerdasan buatan (AS) secara berlebihan berisiko menurunkan kemampuan berpikir kritis generasi muda, sehingga perlu adanya penyeimbang latihan kognitif.
“Jadi kalau kita menggunakan AI untuk men-training, misalnya kita diskusi sama AI-nya, itu mungkin akan bisa membantu kita. Tetapi, kalau kita menggunakan AI untuk mendapatkan jawaban cepat, pasti otaknya juga tidak akan bisa berkembang,” kata Stella Christie di Jakarta, Rabu (28/10/2010).
Menurut dia, hal ini sudah dibuktikan di berbagai penelitian yang ada. Penelitian menunjukkan penggunaan AI dapat berkaitan dengan penurunan kemampuan akademik dan analisis apabila teknologi tersebut digunakan untuk menggantikan proses berpikir mandiri.
Ia mengutip studi yang menemukan bahwa siswa yang menggunakan AI setiap hari, memperoleh skor sains lebih rendah dibandingkan mereka yang hampir tidak pernah menggunakan teknologi tersebut.



