Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Awas! Dari Hasil Penelitian Ada Risiko Penggunaan AI Secara Berlebih Bagi Generasi Muda

A
Penulis: Agung Trihandono❯
Pelajar mencoba fitur pembelajaran baru di program kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) Gemini Google di Jakarta, Kamis (7/8/2025). (Ceposonline.cim/ANTARA FOTO/Fauzan/nym.)
Pelajar mencoba fitur pembelajaran baru di program kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) Gemini Google di Jakarta, Kamis (7/8/2025). (Ceposonline.cim/ANTARA FOTO/Fauzan/nym.)

Advertisement

CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA - Penggunaan kecerdasan buatan memang banyak membantu memudahkan generasi muda, baik dalam dalam perjalanan maupun tugas perkuliahan. Tapi tahu kah anda, bahwa ada sisi negatif dari penggunaan AI yang berlebihan.

 

 

Advertisement

Seperti dilansir Antara, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie mengatakan bahwa penggunaan kecerdasan buatan (AS) secara berlebihan berisiko menurunkan kemampuan berpikir kritis generasi muda, sehingga perlu adanya penyeimbang latihan kognitif.

 

“Jadi kalau kita menggunakan AI untuk men-training, misalnya kita diskusi sama AI-nya, itu mungkin akan bisa membantu kita. Tetapi, kalau kita menggunakan AI untuk mendapatkan jawaban cepat, pasti otaknya juga tidak akan bisa berkembang,” kata Stella Christie di Jakarta, Rabu (28/10/2010).

Advertisement

 

Menurut dia, hal ini sudah dibuktikan di berbagai penelitian yang ada. Penelitian menunjukkan penggunaan AI dapat berkaitan dengan penurunan kemampuan akademik dan analisis apabila teknologi tersebut digunakan untuk menggantikan proses berpikir mandiri.

 

Ia mengutip studi yang menemukan bahwa siswa yang menggunakan AI setiap hari, memperoleh skor sains lebih rendah dibandingkan mereka yang hampir tidak pernah menggunakan teknologi tersebut.

Advertisement

Artikel Terkait

Lewat Lomba Pidato, YAPKEMA Ajak Pelajar Nabire Angkat Masalah Lingkungan, HIV dan Budaya

Lewat Lomba Pidato, YAPKEMA Ajak Pelajar Nabire Angkat Masalah Lingkungan, HIV dan Budaya

Sebanyak 32 pelajar dari 16 sekolah SMA/SMK di Kabupaten Nabire mengikuti Lomba Pidato Pelajar yang digelar Yayasan Pembangunan Kesejahteraa

Pelajar di Mimika Meninggal Dunia di Dalam Indekos, Polisi Usut Penyebab Kematian

Pelajar di Mimika Meninggal Dunia di Dalam Indekos, Polisi Usut Penyebab Kematian

Sore itu, suasana tenang di kawasan Kebun Sirih mendadak riuh. Seorang pelajar kelas XII SMA di Mimika bernama Iksan ditemukan tak bernyawa

Demo ke DPR Papua Tengah, Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai Pertanyakan Tindak Lanjut Kasus Dogiyai

Demo ke DPR Papua Tengah, Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai Pertanyakan Tindak Lanjut Kasus Dogiyai

Pelajar dan mahasiswa Dogiyai menggelar aksi demonstrasi di Kantor DPR Papua Tengah, Senin (28/9/2026).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer