Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Banyak Sampah Organik di Rumahmu? Atasi dengan Budidaya Maggot,  Bisa Datangkan Cuan

A
Penulis: Agung Trihandono❯
Tim Pengmas FMIPA UI ketika mengenalkan budidaya maggot untuk olah sampah organik rumah tangga. (Ceposonline.com/ANTARA/HO-Humas UI)
Tim Pengmas FMIPA UI ketika mengenalkan budidaya maggot untuk olah sampah organik rumah tangga. (Ceposonline.com/ANTARA/HO-Humas UI)

Advertisement

CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA - Hampir setiap rumah tangga menghasilkan sampah tiap hari. Sampah yang tidak ditangani dengan baik menimbulkan bau tak sedap dan meresahkan.

Padahal bila kita tahu cara mengelolanya justru bisa menghasilkan cuan. Salah satunya dengan cara budidaya Maggot yang memanfaatkan limbah atau sampah organik.

Hal ini yang dilakukan Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI),  mengenalkan budi daya maggot dari lalat Black Soldier Fly (BSF) untuk mengolah sampah organik rumah tangga kepada masyarakat.

Advertisement

Ketua tim pengabdian kepada masyarakat FMIPA UI Fadhillah dalam keterangannya, Rabu, menjelaskan bahwa sampah organik yang dihasilkan sehari-hari masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali.

Selain diolah menjadi kompos, sebagian sisa makanan yang sesuai dapat digunakan sebagai pakan maggot BSF. Sedangkan biodigester memungkinkan pengolahan bahan organik untuk menghasilkan biogas.

“Sampah organik yang dihasilkan sehari-hari sebenarnya masih bisa dimanfaatkan. Selain diolah menjadi kompos, sisa makanan juga dapat digunakan sebagai pakan maggot BSF, sementara melalui biodigester, sampah organik berpotensi menghasilkan biogas," katanya seperti dilansir Antara, Rabu (28/10/2026).

Advertisement

Jadi, ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengolah sampah agar lebih bermanfaat, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Tim Pengmas FMIPA UI mengenalkan budi daya maggot ini kepada warga di RW 17, Kelurahan Tugu, Kota Depok, Jawa Barat.

Sebanyak 20 warga dari sejumlah RT di RW 17, termasuk Ketua RW 17, drg Novarita mengikuti kegiatan tersebut.

Kegiatan ini memperkenalkan pemanfaatan maggot untuk mengolah sampah organik menjadi biomassa larva yang berpotensi digunakan sebagai bahan pakan ternak serta kasgot yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik setelah melalui pengolahan yang sesuai.

Advertisement
Editor : AdminDua

Artikel Terkait

Kali Acay Abepura Sempat Meluap Akibat Hujan Deras, Permasalahan Klasik Tak Terhindar

Kali Acay Abepura Sempat Meluap Akibat Hujan Deras, Permasalahan Klasik Tak Terhindar

Hujan deras yang mengguyur wilayah Distrik Abepura dan sekitarnya memicu luapan air di Kali Acay, Minggu (19/7/2026) malam.

Kesal Tak Diangkut, Warga Hambur Sampah di Tengah Jalan

Kesal Tak Diangkut, Warga Hambur Sampah di Tengah Jalan

Tumpukan sampah berhari-hari yang tidak diangkut membuat warga di Pasar Lama Sentani kesal. 

Sampah di Sentani Selalu Dibiarkan Berhari-hari, Ini Alasan dari Pemkab Jayapura 

Sampah di Sentani Selalu Dibiarkan Berhari-hari, Ini Alasan dari Pemkab Jayapura 

Tumpukan sampah berhari-hari yang tidak diangkat karena alasan solar subsidi kosong nampak kerap terjadi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer