Mau Jadi ASN Lewat STIS? Ini yang Perlu Disiapkan Sebelum Pendaftaran Dibuka

Elfira Halifa • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 07:57 WIB
Ilustrasi. (AI)
Ilustrasi. (AI)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Sinyal pembukaan seleksi Sekolah Kedinasan 2026 mulai menguat. Namun, hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai jadwal pendaftaran, termasuk Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Politeknik Statistika STIS (Polstat STIS).

Polstat STIS merupakan sekolah kedinasan di bawah Badan Pusat Statistik (BPS) yang menerapkan sistem ikatan dinas.

Lulusan yang memenuhi ketentuan akan diangkat sebagai aparatur sipil negara (ASN) dan wajib bersedia ditempatkan sesuai formasi serta wilayah pengabdian yang telah ditentukan.

Berdasarkan pola penerimaan tahun sebelumnya, STIS membuka tiga jalur, yakni jalur reguler untuk lulusan SMA/sederajat dari seluruh Indonesia, afirmasi kewilayahan bagi orang asli Papua (OAP), serta jalur pembibitan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah.

Tiga Program Studi di STIS
Calon mahasiswa STIS dapat memilih tiga program studi, yaitu:
1.    D4 Statistika
Lulusan memperoleh gelar Sarjana Terapan Statistika (S.Tr.Stat.) dan dapat mengisi jabatan fungsional statistisi ahli pertama dengan golongan III/a.
2.    D4 Komputasi Statistik
Lulusan memperoleh gelar S.Tr.Stat. dan dapat mengawali karier sebagai pranata komputer ahli pertama dengan golongan III/a.
3.    D3 Statistika
Lulusan memperoleh gelar Ahli Madya Statistika (A.Md.Stat.) dan dapat mengawali karier sebagai statistisi terampil dengan golongan II/c.

Syarat Masuk STIS 2026
Syarat resmi penerimaan STIS 2026 belum diumumkan. Ketentuan berikut merupakan gambaran berdasarkan persyaratan seleksi tahun sebelumnya dan dapat berubah setelah pemerintah menerbitkan pengumuman resmi.

Di antaranya, Warga Negara Indonesia (WNI) dan lulusan SMA/MA/SMK/MAK dari semua jurusan, memenuhi ketentuan nilai matematika dan bahasa Inggris, tidak buta warna dan memenuhi ketentuan kesehatan mata, memenuhi batas usia yang ditetapkan, sehat jasmani dan rohani serta bebas narkoba.

Tidak sedang terikat dinas dengan sekolah kedinasan lain, belum pernah menjadi mahasiswa Polstat STIS, belum menikah dan bersedia tidak menikah selama masa pendidikan hingga diangkat menjadi PNS.

Lalu bersedia menandatangani Surat Perjanjian Ikatan Dinas, bersedia ditempatkan sesuai formasi yang dipilih, bersedia tidak mengajukan pindah sekurang-kurangnya tujuh tahun setelah diangkat menjadi PNS, kecuali atas kebutuhan organisasi,


Dokumen yang Perlu Disiapkan
Calon peserta dapat mulai menyiapkan sejumlah dokumen yang umumnya diperlukan, seperti pasfoto, KTP atau Kartu Identitas Anak, Kartu Keluarga, akta kelahiran, ijazah atau rapor.

Pendaftar jalur afirmasi kewilayahan juga perlu menyiapkan dokumen yang membuktikan status sebagai Orang Asli Papua. Sementara pendaftar jalur pembibitan perlu menyiapkan dokumen kependudukan orang tua sesuai ketentuan.

Tips Mempersiapkan Seleksi
Persiapan dapat dilakukan sejak sebelum pendaftaran resmi dibuka. Peserta perlu memastikan kelengkapan dan kesesuaian dokumen agar tidak gugur pada tahap administrasi.

Jika tahapan seleksi mengikuti pola sebelumnya, peserta juga perlu mempersiapkan diri menghadapi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), yang meliputi Tes Inteligensi Umum (TIU), Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Kemampuan matematika juga perlu diperkuat karena menjadi salah satu materi penting dalam tahapan seleksi lanjutan. Selain itu, peserta perlu berlatih menghadapi psikotes dan wawancara.

Peserta juga disarankan tidak menunda pendaftaran hingga mendekati batas waktu untuk menghindari kendala teknis pada sistem.

Pada tahapan akhir, peserta perlu menjaga kondisi kesehatan dan kebugaran. Tes kebugaran yang pernah diterapkan antara lain lari selama 12 menit, sit-up, push-up, dan shuttle run.

Karena jadwal dan persyaratan resmi STIS 2026 belum diumumkan, calon peserta disarankan mengikuti informasi melalui kanal resmi Polstat STIS, BKN, dan Kementerian PAN-RB.

Dengan mulai mempersiapkan dokumen, kemampuan akademik, kesehatan, dan kebugaran sejak sekarang, calon peserta dapat lebih siap ketika pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 resmi dibuka. (*)

Editor : Elfira Halifa
SEKOLAH pendaftaran