CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik atau TKA 2026 SD MI dan SMP MTs mulai menjadi perhatian serius satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Informasi terbaru menunjukkan bahwa seluruh tahapan TKA jenjang SD MI dan SMP MTs akan dilaksanakan pada tahun 2026, dengan sistem berbasis komputer yang terintegrasi melalui laman resmi Kementerian Pendidikan.
Dikutip dari Radar Tulungagung, TKA 2026 merupakan asesmen akademik yang dirancang untuk mengukur capaian kompetensi dasar peserta didik. Mekanisme dan tampilannya hampir serupa dengan Asesmen Nasional Berbasis Komputer atau ANBK, sehingga operator sekolah tidak asing dengan alur sistemnya.
Akses utama pelaksanaan TKA dilakukan melalui laman tka.kemdikdasmen.go.id. Username yang digunakan merupakan akun ANBK sekolah, sementara password menggunakan format huruf kapital TKA_NPSN*. Setelah berhasil masuk, operator diwajibkan melengkapi data operator sebelum melanjutkan ke tahapan berikutnya.
Linimasa Lengkap Pelaksanaan TKA 2026
Berdasarkan dashboard sistem TKA, pendaftaran peserta untuk jenjang SD MI dan SMP MTs dijadwalkan berlangsung pada 19 Januari hingga 28 Februari 2026. Tahap ini menjadi awal seluruh proses administrasi yang harus diselesaikan sekolah
Selanjutnya, simulasi TKA akan dilaksanakan bertahap. Untuk jenjang SMP MTs, simulasi dijadwalkan pada 23 Februari hingga 1 Maret 2026, sedangkan jenjang SD MI berlangsung pada 2 hingga 8 Maret 2026. Simulasi ini penting untuk memastikan kesiapan perangkat, jaringan, dan sumber daya manusia.
Tahap gladi bersih dijadwalkan pada pertengahan Maret 2026. Adapun pelaksanaan utama TKA 2026 direncanakan berlangsung sekitar 6 hingga 16 Maret 2026, dengan jadwal menyesuaikan pengaturan sesi masing-masing satuan pendidikan.
Mata Pelajaran yang Diujikan
Dalam pedoman penyelenggaraan TKA, mata pelajaran yang diujikan hanya terdiri dari dua mapel utama, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika. Baik untuk jenjang SD MI maupun SMP MTs, struktur tes dibuat seragam.
Pelaksanaan TKA hanya berlangsung satu hari, dengan pembagian sesi yang dapat diatur sekolah. Setiap sesi diawali dengan latihan selama 10 menit, dilanjutkan pengerjaan Bahasa Indonesia selama 60 menit dan Matematika selama 60 menit.
Tahapan yang Harus Dikerjakan Sekolah
Setelah login ke sistem TKA, sekolah wajib menyelesaikan beberapa tahapan penting. Di antaranya melengkapi data satuan pendidikan, mendaftarkan peserta, mengisi calon pengawas, mengatur status dan moda pelaksanaan, hingga melakukan generate nomor peserta.
Seluruh tahapan ini dilakukan melalui dashboard TKA yang tampilannya mirip dengan sistem ANBK. Namun, pengisian data peserta disarankan menunggu jadwal resmi agar tidak terjadi kesalahan sinkronisasi.
Sumber Anggaran dan Honor Petugas
Soal pembiayaan, TKA 2026 sepenuhnya dibebankan pada anggaran satuan pendidikan. Untuk madrasah, anggaran dapat dialokasikan melalui BOS Madrasah, sebagaimana tercantum dalam pedoman penyelenggaraan.
Menariknya, honor untuk pengawas, proktor, dan teknisi dipastikan tersedia. Dalam pedoman halaman 40 disebutkan bahwa satuan pendidikan mandiri wajib menanggung honor petugas di sekolah masing-masing. Sementara sekolah yang menumpang pelaksanaan wajib memberikan honor kepada petugas di sekolah yang ditumpangi.
Perangkat dan Teknis Pelaksanaan
Pelaksanaan TKA 2026 tidak dapat dilakukan melalui telepon genggam. Seluruh peserta wajib menggunakan perangkat laptop atau komputer, sebagaimana standar pelaksanaan ANBK. Oleh karena itu, kesiapan sarana menjadi faktor krusial yang harus dipastikan sejak awal.
Dengan jadwal yang sudah tersusun dan sistem yang terintegrasi, sekolah diharapkan mulai melakukan persiapan administrasi dan teknis sejak dini. TKA 2026 menjadi bagian penting dalam pemetaan mutu pendidikan dasar dan menengah di Indonesia.(*)
Editor : Weny Firmansyah