CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - KPU Papua akhirnya menuntaskan pleno penghitungan suara tingkat Provinsi Papua, Kamis (21/3/2024) pagi.
Adapun pleno di KPU Provinsi Papua ditutup dengan pleno dari Kota Jayapura untuk satu jenis pemilihan DPR Papua.
Proses pleno yang baru ditutup pada jam 04.08 WIT pagi tadi berjalan lancar dan aman, kendatipun masih ada saksi dari beberapa parpol tidak menerima hasil pleno rekapitulasi di tingkat KPU Papua tersebut.
Namun dari hasil pleno rekapitulasi dari 9 kabupaten/kota di Papua tersebut, Partai Golkar keluar sebagai pemenang dengan meraih 10 kursi.
"Pada prinsipnya kami menyampaikan banyak terima kasih kepada KPU Papua yang sudah melaksanakan proses pleno ini dengan baik," ucap Saksi Partai Golkar, Adam Arisoi ketika ditemui Ceposonline.com usai pleno.
Kata Arisoi, sekalipun dalam proses pelaksanaanya sedikit terlambat, namun semua berakhir dengan baik hingga malam ini telah ditetapkan hasil pleno rekapitulasi perhitungan suara dari 8 kabupaten dan 1 kota di Papua.
"Dari hasil rekapitulasi ini Partai Golkar memperoleh 10 kursi di DPR Papua,"ujarnya.
Arisoi menjelaskan perolehan 10 kursi yang didapat Partai Golkar di antaranya 2 kursi dari dapil 1.
Lalu 1 kursi dari dapil 2, kemudian 2 kursi dari dapil 3, dan 1 kursi dari dapil IV.
Adapula 1 kursi dari dapil V, 2 kursi dari dapil VI dan 1 kursi dari dapil VII.
"Jadi, totalnya ada 10 kursi yang kita capai dari 7 dapil di Papua pada hasil Pemilu Legislatif tahun 2024 ini," terangnya.
Dengan hasil ini, Golkar jadi partai pemenang di tingkat DPR Papua.
"Inikan baru pleno rekapitulasi suara tingkat provinsi dan secara nasional. Selanjutnya penetapan caleg terpilih itu belum dilakukan, karena kemungkinan pasti ada sengketa lagi bagi partai politik yang merasa dirugikan dari hasil Pemilu ini," tegasnya.
Mantan Ketua KPU Papua ini menjelaskan, mungkin saja ada para pihak yang belum puas dengan hasil Pemilu ini, sehingga masih lakukan upaya hukum ke Mahkamah Konstitusi (MK).
"Mungkin nanti kalau terjadi sengketa ke MK, maka setelah proses itu selesai baru KPU melakukan penetapan caleg terpilih baik itu di DPRD, DPR RI dan DPR Provinsi," tuturnya.
Sementara itu Adam Arisoi merupakan salah satu caleg dari Partai Golkar yang maju di Pemilu pada tanggal 14 Februari 2024 lalu dari dapil VI.
"Saya sendiri maju dari dapil VI dan meraih suara sekitar 5.600 lebih dan lolos ke DPR Papua," kata Arisoi.
Arisoi menyampaikan, jika dari Dapil VI, Golkar berhasil mengutus 2 kursi ke DPR Papua.
"Memang ada persoalan dalam pleno ini, namu mekanisme proses yang dilakukan oleh KPU Provinsi Papua ini tetap kita dukung penuh, kalaupun ada keberatan atau kejadian khusus dalam proses itu hal yang wajar dan dinamika dalam sebuah Pemilu, tetapi secara keseluruhan semua berjalan aman," tutup Arisoi. (*)
Editor : Gratianus Silas