CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Berangkat dari semangat yang sama untuk memberi ruang bagi pemuda berekspresi dan berkontribusi positif bagi daerah, Forum Komunikasi Pemuda Nusantara (FKPN), resmi terbentuk. Organisasi ini dideklarasikan bersamaan dengan moment sumpah pemuda 28 Oktober 2026 di Taman Budaya Expo, Waena.
Sebanyak 100 perwakilan pemuda dari berbagai organisasi dan paguyuban berdiri dan berikrar menjadi gerbong yang inklusif, mandiri, visioner dan memberi solutif dari berbagai persoalan.
Deklarasi yang dibarengi dengan temu akbar pemuda nusantara ini dihadiri Wakil Bupati Jayapura, Haris Ricard Yocku, Walikota yang diwakili Asisten III dr. Ni Nyoman Sri Antari, Kapolresta, Kombes Pol Fredrick Maclarimboen, PangdamXVII Cendrawasih yang diwakili Kakumdam, Kolonel C.H.K Hanna Yoku, Danrem 172 Praja Wira Yakti, yagn diwakili Kasiter Korem Kolonel Inf. Harens Abidondifu, Kasdim 1701/Jpr, Letkol Mustofa, Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok dan pihak Kejaksaan Tinggi Papua
Haris dalam arahan awalnya menantang pemuda untuk ikut menjawab tantangan dan ikut berkontribusi positif bagi daerah. "Jika ada masalah harus bisa jadi mediator konflik dan jangan cepat tersinggung, harus bertindak cepat dan bisa menyiapkan generasi emas," kata Haris dihadapan hampir 1000 pemuda.
"Jangan diam dan berpangku tangan, kalau saya bisa jadi wakil bupati maka adik-adik ini juga pasti bisa bahkan lebih dari itu," ujar Haris membakar semangat pemuda. Nyoman Antari mengutarakan hampir sama. Pemerintah Kota Jayapura menitip agar FKPN menjadi rumah bersama bagi pemuda yang memiliki gagasan serta mempunyai semangat patriot dan berempati.
"Juga punya tindakan nyata, menghargai kebhinekaan sehingga pastinya harus bisa berkolaborasi," jelasnya. "Jika tadi pak wakil (Haris Yocku) bermimpi ada yang jadi wakil maupun bupati wali kota, mengapa tidak sekalian kita bermimpi ada yang menjadi presiden dari Papua sini," imbuh Nyoman disambut tepuk tangan.
Sementara Ketua Tim Formatur FKPN, Albert Modouw menegaskan bahwa FKPN kini menjadi wadah bersama pemuda dari berbagai organisasi maupun paguyuban. Jika dimasing-masing organsiasi paguyuban ada penasehat, senior dan pemudanya maka di FKPN adalah tempat nongkrong pemudanya.
"Bicara nusantara itu dari Sabang hingga Merauke dan komitmen kami adalah menggandeng semuanya tanpa ada yang membedakan," kata Albert usai deklarasi. FKPN kata Albert berangkat dari kegelisahan yang sama melihat ruang yang belum maksimal diisi oleh pemuda sehingga dari organisasi ini setiap pemuda bisa menyampaikan aspirasi, berekspresi dan sama-sama dieksekusi.
"Kami berharap ini menjadi wadah baru yang inklusif dan menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa pemuda di Papua bisa memberi lebih buah dari semangat persatuan dan kebersamaan," tutupnya. (*)
Editor : Abdel Gamel Naser