5 Kasus Dugaan Keracunan MBG Jumlah Korban Capai 3.164 Jiwa, Kabupaten Jayapura Termasuk

Abdel Gamel Naser • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 07:47 WIB
Seorang bocah tampak lemas usai keracunan MBG ketika mendapatkan penanganan medis di halaman RSUD Yowari awal Agustus lalu. (CEPOSONLINE.COM/YOHANA)
Seorang bocah tampak lemas usai keracunan MBG ketika mendapatkan penanganan medis di halaman RSUD Yowari awal Agustus lalu. (CEPOSONLINE.COM/YOHANA)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan setelah dugaan keracunan massal terjadi disejumlah lokasi. 

Data tersebut masih dinamis dan terus diperbarui sesuai pendataan. Yang terakhir kasus Sidoarjo menambah daftar panjang insiden. 

Dilansir dari Jawapos.com, sejumlah kasus bahkan melibatkan ratusan siswa, santri, guru, hingga kelompok penerima manfaat lainnya dalam satu kejadian. Berikut lima kasus dengan jumlah korban terbesar sepanjang 2026:

1. Gubug, Grobogan: 803 Orang
Kasus dengan jumlah korban terbesar terjadi di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada awal Januari 2026. Sebanyak 803 orang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG. 

Ketua Tim Investigasi Independen BGN Karimah Muhamad mengatakan, terkait dengan pembiayaan bisa dibayarkan semua oleh BGN setelah selesai laporan di lapangan tentang data korban, gejalanya dan apasaja pengobatanya.

”Kepala BGN akan disposisi dan bagian keuangan akan membayarnya. Jadi dapur SPPG tidak punya kewajiban membayar tagihan,” kata Karimah Muhamad.

2. SMKN 6 Semarang: 707 Orang
Kasus besar berikutnya terjadi di SMKN 6 Semarang, Jawa Tengah, pada 31 Juli 2026. Investigasi Dinkes Kota Semarang menemukan persoalan pada pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP) di dapur penyedia makanan.

Dari 19 SOP yang diperiksa, hanya tiga yang dinilai terpenuhi. "Artinya ada 16 SOP yang tidak terpenuhi," tegas Kepala Dinkes Kota Semarang, Abdul Hakam.

3. Sidoarjo: 566 Orang
Kasus terbaru terjadi di wilayah Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Dugaan keracunan bermula pada 1 September 2026 setelah santri Pondok Pesantren Manba'ul Hikam dan penerima manfaat dari sejumlah lembaga pendidikan sekitar mengonsumsi menu MBG dari SPPG Kalitengah.

4. SMAN 2 Kudus: 545 Orang
Kasus dengan jumlah korban terbesar keempat terjadi di SMAN 2 Kudus, Jawa Tengah, pada akhir Januari 2026. Sebanyak 545 orang siswa terdampak. Mereka mengonsumsi menu MBG berupa soto ayam yang dipasok dari SPPG Purwosari Kapasan.


5. Depapre, Jayapura: 543 Orang
Kasus kelima terjadi di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, pada awal Agustus 2026. Jumlah korban semula dilaporkan mencapai 527 orang. Namun, berdasarkan pendataan berikutnya, Pemkab Jayapura merevisi jumlah tersebut menjadi 543 orang. Korban berasal dari kelompok penerima manfaat yang beragam, mulai dari balita, siswa PAUD hingga SMP, ibu hamil, hingga lansia.

Kasus tersebut juga menjadi perhatian karena hasil pemeriksaan laboratorium menemukan E. coli pada beberapa makanan yang dikonsumsi penerima manfaat. 

Jika lima kasus tersebut dijumlahkan, terdapat 3.164 orang yang terdampak. Hanya anehnya darin ribuan korban hingga kini tak ada satupun yang berujung pidana. (*)

Editor : Abdel Gamel Naser
keracunan BGN Mbg