CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA- Ada situasi menarik dari reses yang dilakukan salah satu anggota DPR Papua, Albert Merauje di Kelurahan Abepantai, Distrik Abepura. Warga mengaku jenuh untuk menyampaikan apa saja keluhan mereka ke pemerintah.
Warga bahkan menunjukkan wajah malas-malasan dan seperti tak bersemangat. Mereka mengaku sudah malas kembali menyampaikan aspirasi kepada para wakil rakyat maupun pemerintah karena persoalan yang sama terus berulang tanpa penyelesaian.
Ada banyak aspirasi yang sudah disampaikan dari berbagai kunjungan pejabat namun tak satupun yang direalisasikan. Warga jenuh karena hanya dikumpulkan kemudian di dengar apa saja persoalan di lingkungan mereka kemudian dibuatkan laporan seolah-olah pejabat tersebut sudah bekerja dan melupakan apa saja yang terungkap dari kegiatan itu.
Disini warga menyampaikan sejumlah persoalan, mulai dari keterbatasan air bersih, penerangan listrik, kondisi rumah yang belum layak huni, bantuan pendidikan, kesehatan hingga dukungan bagi pengembangan ekonomi masyarakat pesisir.
"Kami bosan bicara. Percuma bicara banyak, tapi kalau pemerintah tidak kerjakan. Setiap kali Pemilu datang ke sini tinggal janji, akan rehab rumah, perhatikan PDAM, bantuan beasiswa, tetapi nyatanya sampai sekarang hampir tidak ada," ungkap salah seorang warga dalam sesi dialog.
Diketahui janji tersebut tidak hanya disampaikan oleh pemerintah kota tetapi juga oleh pejabat maupun calon pemimpin yang datang ke wilayah mereka. Ketika ada kepentingan terlihat bersemangat untuk membantu tapi tidak dikerjakan.
Alberth mengakui masyarakat saat ini berada pada kondisi jenuh akibat terlalu sering mendengar janji yang belum direalisasikan. "Mereka sudah tidak mau banyak bicara karena bilang sudah dari janji ke janji. Dari wali kota sampai pejabat lainnya, janji-janji itu tidak ditepati," ujarnya.
"Yang mereka harapkan paling pertama berkaitan dengan air. Air bersih itu menjadi kebutuhan mereka, sementara air bersih dari PDAM masih menjadi kendala," kata Albert.
Selain air bersih, warga juga meminta perhatian terhadap persoalan penerangan, khususnya lampu jalan dan penerangan di sejumlah rumah warga yang masih minim.
Persoalan lain yang disampaikan adalah kondisi perumahan warga. Albert menyebut masih terdapat rumah warga yang membutuhkan bantuan rehabilitasi atau program bedah rumah karena kondisinya belum layak. "Yang berikut masalah penerangan, listrik. Kemudian masalah perumahan, bedah rumah. Masih ada sebagian rumah yang belum layak," ujarnya.
"Untuk sektor ekonomi saya pikir mereka bisa mendapat bantuan berupa keramba ikan, jaring atau motor tempel, karena mereka berada di wilayah pesisir. Hal-hal seperti itu yang mereka harapkan," jelasnya.
"Saya berharap pemerintah tidak hanya menebar janji kepada masyarakat tapi kerjakan apa yang menjadi kebutuhan mereka. Itu tugas pemerintah, sehingga kemudian masyarakat tidak kecewa," tutup Albert. (*)
Editor : Abdel Gamel Naser