Tinjau Korban Keracunan MBG di Jayapura, BGN dan Wamendagri Pastikan Kondisi Pasien Membaik

Jimianus Karlodi • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 15:49 WIB
Wakil Kepala BGN dan Wakil Menteri Dalam Negeri Tinjau Penanganan Pasien Keracunan MBG di RSUP Jayapur, Jumat (7/8/2026). (Humas RSUP Jayapura/CEPOSONLINE.COM)
Wakil Kepala BGN dan Wakil Menteri Dalam Negeri Tinjau Penanganan Pasien Keracunan MBG di RSUP Jayapur, Jumat (7/8/2026). (Humas RSUP Jayapura/CEPOSONLINE.COM)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Pemerintah bergerak cepat merespons insiden dugaan keracunan makanan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jayapura. 


Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Mayjen TNI (Purn.) Trenggono bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk meninjau penanganan pasien dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di RSUP Jayapura, Jumat (7/8/2026).


Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal sekaligus memantau perkembangan kondisi pasien yang masih menjalani perawatan. 


Direktur Perencanaan, Keuangan, dan Layanan Operasional (PKLO) RSUP Jayapura, dr. Antonius Oktavian Ibo Ilambra, C.N.F., M.Kes., menjelaskan bahwa RSUP Jayapura bergerak cepat menyiapkan pelayanan setelah menerima informasi adanya rujukan pasien dari Kabupaten Jayapura.


Sejak awal, RSUP Jayapura telah berkomunikasi dengan puskesmas dan Dinas Kesehatan untuk memastikan kesiapan layanan. Sebanyak 22 pasien sempat dirujuk ke RSUP Jayapura, terdiri atas satu pasien dewasa yang telah diperbolehkan pulang dan 21 pasien anak yang menjalani perawatan di rumah sakit.


"Kami berkomunikasi langsung dengan puskesmas dan Dinas Kesehatan serta mempersiapkan pelayanan bagi pasien yang dirujuk. Dari total pasien yang datang, sebanyak 21 pasien anak menjalani rawat inap di RSUP Jayapura," kata dr. Antonius saat menerima kunjungan Wakil Kepala BGN dan Wamendagri di RSUP Jayapura, Jumat (7/8/2026).


Menurutnya, kondisi pasien secara umum menunjukkan perkembangan yang baik. Sebagian pasien telah dinyatakan pulih dan dipulangkan, sementara pasien lainnya masih menjalani observasi untuk memastikan kondisi kesehatannya benar-benar stabil sebelum kembali ke rumah.


Sementara itu, Wakil Kepala BGN Mayjen TNI (Purn.) Trenggono menyampaikan bahwa secara umum kondisi para pasien terus membaik. 


Menurutnya, pasien yang masih menjalani perawatan di RSUP Jayapura bukan karena kondisi akibat dugaan keracunan yang memburuk, melainkan untuk menjalani observasi karena memiliki penyakit penyerta, seperti malaria.


"Dokter menyampaikan bahwa pasien sebenarnya sudah sembuh dari keluhan yang dialami. Namun, beberapa masih menjalani observasi karena memiliki penyakit komorbid sehingga perlu dipastikan seluruh kondisi kesehatannya pulih sebelum dipulangkan," ujar Trenggono.


Ia menambahkan kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat tata kelola pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, pengawasan dan koordinasi seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat agar pelaksanaan program berjalan semakin baik.


Adapun Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk mengapresiasi respons cepat masyarakat yang segera membawa anak-anak ke fasilitas kesehatan, serta sinergi seluruh unsur pemerintah dalam menangani kejadian tersebut.


"Kami menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kabupaten Jayapura yang dengan cepat membawa anak-anak ke fasilitas kesehatan. Kami juga mengapresiasi kerja sama pemerintah daerah, tenaga kesehatan, TNI, Polri, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang bergerak cepat sehingga penanganan dapat dilakukan secara optimal," ujar Ribka.


Ia menambahkan berdasarkan hasil peninjauan di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan, sebagian besar pasien telah pulih dan kembali ke rumah masing-masing.


 Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa koordinasi lintas sektor berjalan dengan baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.


Hingga Jumat (7/8), RSUP Jayapura merawat 21 pasien anak berusia 2 hingga 15 tahun akibat dugaan keracunan pangan. Sebagian pasien telah dipulangkan setelah dinyatakan membaik, sedangkan pasien lainnya masih menjalani observasi untuk memastikan kondisi kesehatannya benar-benar pulih. (*)

Editor : Weny Firmansyah
ekracunan Ceposonline.com Makan Bergizi Gratis (MBG) Wamendagri Ribka Haluk BGN