CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Tepat hari ini 79 tahun lalu, seorang anak Papua lahir dan menjadi pemimpin hebat, bukan hanya bagi Papua, melainkan juga bagi Indonesia.
Anak Papua yang dimaksud ini ialah Barnabas Suebu.
Barnabas Suebu disebut pemimpin hebat bukan tanpa alasan.
Ia memiliki prestasi dan pencapaian yang luar biasa bagi Papua dan Indonesia.
Lahir di Sentani, Kabupaten Jayapura, pada 29 April 1946, pria yang akrab disapa Kaka Bas ini merupakan politisi dan diplomat Indonesia yang berasal dari Papua.
Kaka Bas merupakan Gubernur Papua dua periode.
Periode pertama, Kaka Bas memimpin Papua pada 13 April 1988 – 13 April 1993.
Ia didampingi Soedardjat Nataatmadja sebagai Wakil Gubernur Papua.
Periode kedua, Kaka Bas menjabat Gubernur Papua pada 25 Juli 2006 – 25 Juli 2011.
Pada periode keduanya menjabat kepala daerah, Kaka Bas didampingi Alex Hesegem sebagai Wakil Gubernur Papua.
Sebelum menjabat Gubernur Papua, Kaka Bas telah menduduki sejumlah jabatan strategis, di antaranya:
- Ketua KNPI Irian Jaya periode 1974-1975
- Ketua Umum Kadin Irian Jaya periode 1981-1987
- Ketua DPRD Irian Jaya periode 1987-1988
- Penasihat Menteri Riset dan Teknologi 1990-1998
- Anggota Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional periode 1990-1998
- Anggota Majelis Pertimbangan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia periode 1994-1999
- Anggota MPR periode 1997-2002
- Duta Besar Indonesia untuk Meksiko yang membawahi Meksiko, Honduras, dan Panama periode 1999-2002
Selepas pengabdiannya di pemerintahan Papua maupun Indonesia, Kaka Bas masih dikenal sebagai seorang tokoh besar di Papua.
Belakangan diketahui bahwa ia tengah aktif sebagai pemerhati lingkungan.
Tak heran, sebab Kaka Bas merupakan inisiator Governors Climate and Forest Task Force (GCF-TF).
Kaka Bas terlibat aktif dalam berbagai aksi menjaga dan melestarikan lingkungan di Papua.
Pada 2023 lalu, Bas Suebu ikut aksi tanam bibit bambu di Buper, Waena, Kota Jayapura.
Menurutnya, kegiatan itu lebih dari pada sekadar menanam pohon.
“Kita tidak hanya tanam pohon, tapi lebih penting dari itu adalah menanam kesadaran manusia,” terang Barnabas Suebu pada kesempatan itu.
“Kesadaran baru yang berasal dari Firman Tuhan, yaitu menanam pohon kehidupan untuk terus kamu jaga, kamu pelihara, karena dari padanya kita hidup.”
“Kalau kamu merusak pohon ini, kamu akan mati,” sambungnya.
Kaka Bas menegaskan bahwa menanam pohon merupakan kegiatan yang penting dan bermanfaat.
Sebab berkaitan dengan kepentingan banyak orang.
Oleh karenanya, semua lapisan masyarakat harus ikut terlibat, termasuk TNI-Polri, Pegawai Negeri Sipil (PNS), umat beragama, hingga masyarakat adat.
“Yang kita lakukan ini adalah untuk kepentingan kita semua, kepentingan kita bersama,” tambahnya.
Selain itu, dilansir dari Antara Papua, Kaka Bas juga memberikan atensi terhadap perlindungan Cagar Alam Pegunungan Cycloop. dari perambahan hutan.
Cagar Alam Pegunungan Cycloop berada di dua wilayah administrasi, yakni Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura.
Ia berharap Pemkab dan Pemkot Jayapura didukung Pemprov Papua, dapat menjaga keberlangsungan Cagar Alam Pegunungan Cycloop.
Barnabas Suebu mengatakan, bencana alam berupa banjir bandang yang terjadi pada 16 Maret 2019 menjadi catatan penting karena manusia lalai dalam melindunginya.
“Alam itu implementasi dari apa yang dilakukan manusia.”
“Kalau manusia nakal, merambah hutan yang ada di Cycloop, maka suatu ketika bencana yang tidak diinginkan pun terjadi,” pesan Kaka Bas. (*)
Editor : Gratianus Silas