CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Seorang sopir truk (P) tewas usai ditembak Orang Tak Dikenal (OTK) di Jalan Trans Jayapura – Wamena.
Penembakan ini terjadi pada Selasa, 5 November 2024, tepatnya pukul 13.26 WIT siang.
Rekan korban, yang merupakan kondektur (K) di truk tersebut, menjadi saksi dalam peristiwa penembakan tersebut.
Ia kemudian melaporkan peristiwa yang menimpanya dan rekannya itu ke Pospol Elelim.
Peristiwa ini berawal ketika kondektur bersama sopirnya sedang menelpon teman maupun keluarga.
Ketika sedang menelpon, kondektur mendengar adanya tembakan dari arah sopir sebanyak satu kali.
Ketika kondektur berbalik menengok, rekannya sudah terbaring. Kondektur lalu langsung melarikan diri dari lokasi.
Kondektur mengaku berlari ke arah PT AMU.
Setelah mendapatkan pertolongan, ia diminta diantar ke Pos Maleo.
Setelah tiba di sana, ia melaporkan peristiwa tersebut di Mako Polres Yalimo, di mana ia dan rekannya ditembak orang tak dikenal (OTK).
Kondektur menjadi saksi di mana temannya meninggal bersimbah darah.
Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Candra Kurniawan menjelaskan bahwa peristiwa ini dilakukan (Organisasi Papua Merdeka).
"Pelaku merupakan OPM penjahat kemanusiaan dan saat ini jenazah almarhum dalam proses evakuasi," ungkap Kapendam, Rabu (6/11/2024).
Sebelumnya pada, Senin (4/11/2024) sekira pukul. 13.00 WIT, gerombolan penjahat kemanusiaan ini juga menikam salah satu pekerja operator grader atau alat berat, AH (34) di Distrik Elelim, Yalimo, Papua Pegunungan, yang mengakibatkan korban mengalami luka di pundak.
"OPM penjahat kemanusiaan ini memang tidak ingin Papua terus membangun dan maju, karena menyerang para pekerja.”
“Saat ini aparat keamanan terus melakukan pengejaran terhadap OPM pelaku penembakan dan penikaman," tegas Kolonel Candra. (*)
Editor : Gratianus Silas