Jelang Aksi 3 Agustus, Polda Papua Tengah Imbau Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi

Theresia F. Tekege • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 13:47 WIB
Kabid Humas Polda Papua Tengah, AKBP I Made Suartika. (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA) 
Kabid Humas Polda Papua Tengah, AKBP I Made Suartika. (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA) 

CEPOSONLINE.COM, NABIRE – Menjelang rencana aksi penyampaian aspirasi yang dijadwalkan pada 3 Agustus 2026 oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Polda Papua Tengah mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi maupun ajakan yang beredar. 


Warga juga diminta tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar Papua Tengah tetap aman, damai, dan kondusif.


Kabid Humas Polda Papua Tengah, AKBP I Made Suartika, mengatakan masyarakat harus lebih bijak dalam menyikapi setiap informasi yang diterima, baik melalui pesan WhatsApp maupun media sosial, khususnya yang berkaitan dengan rencana aksi tersebut.


Menurutnya, masyarakat tidak boleh langsung mempercayai apalagi menyebarluaskan informasi yang belum dipastikan kebenarannya karena berpotensi menimbulkan keresahan dan mengganggu situasi kamtibmas.


“Situasi kamtibmas di Papua Tengah secara umum masih kondusif. Mari kita bersama-sama menjaga daerah kita agar tetap aman, damai, dan kondusif,” ujar AKBP I Made Suartika, Sabtu (1/8/2026) via seluler.


Ia menjelaskan, apabila masyarakat menerima pesan yang bersifat provokatif atau mengandung informasi yang berpotensi memicu gangguan keamanan, sebaiknya tidak langsung mempercayainya. Masyarakat diminta melakukan verifikasi kepada pihak kepolisian agar informasi yang diterima dapat dipastikan kebenarannya.


“Jika menerima pesan yang bersifat provokatif dan berpotensi mengganggu kamtibmas, silakan melakukan verifikasi kepada kantor polisi terdekat. Jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya,” katanya.


Polda Papua Tengah juga mengingatkan masyarakat agar tidak ikut menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Sebab, penyebaran informasi yang tidak benar dapat memperkeruh keadaan dan memicu keresahan di tengah masyarakat.


Karena itu, seluruh elemen masyarakat diajak untuk tetap tenang, bijak dalam menggunakan media sosial, serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.


“Kami berharap masyarakat tidak ikut menyebarluaskan informasi yang dapat mengganggu dan meresahkan masyarakat. Kami juga mengimbau seluruh warga agar tidak mudah terprovokasi serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban demi terciptanya Papua Tengah yang aman dan damai,” tutupnya. (*)

Editor : Weny Firmansyah
Papua Tengah Ceposonline.com KNPB