Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Jelang Pensiun, Kepsek SMPN 1 Kamuu Akhirnya Menyaksikan Pendidikan Gratis Hadir di Papua Tengah

Theresia F. Tekege • Rabu, 15 Juli 2026 | 08:39 WIB
Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kamuu, Isayas Tigi saat memberikan keterangan kepada wartawan di ruang kerjanya. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE)
Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kamuu, Isayas Tigi saat memberikan keterangan kepada wartawan di ruang kerjanya. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE)

CEPOSONLINE.COM, NABIRE – Menjelang akhir masa pengabdiannya sebagai seorang pendidik, Kepala SMP Negeri 1 Kamuu, Isayas Tigi, mengaku bersyukur karena akhirnya dapat menyaksikan hadirnya program pendidikan gratis di Papua Tengah. Bagi dirinya yang telah mengabdikan lebih dari tiga dekade di dunia pendidikan, kebijakan tersebut menjadi salah satu perubahan besar yang selama ini diharapkan demi membuka akses pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak Papua.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/7/2026), Isayas menceritakan perjalanan panjangnya sebagai guru hingga dipercaya memimpin SMP Negeri 1 Kamuu. Ia mengatakan, masa tugasnya sebagai aparatur sipil negara akan berakhir pada 4 Oktober 2026.

“ Saya memulai tugas sebagai guru di Kabupaten Biak Numfor sejak tahun 1992 sampai 2007. Setelah itu saya kembali ke daerah asal dan mengajar di SMP Negeri 1 Kamuu. Dua tahun kemudian saya dipercaya menjadi kepala sekolah, dan sampai hari ini saya masih menjalankan amanah itu. Secara administrasi, saya akan pensiun pada 4 Oktober 2026," tuturnya.

Selama lebih dari tiga dekade mengabdi, Isayas menyaksikan berbagai perubahan dalam dunia pendidikan. Ia mengenang masa ketika sekolah-sekolah masih bergantung pada iuran komite dan bantuan pemerintah pusat karena belum adanya otonomi daerah. Kini, menurutnya, pembangunan pendidikan berkembang jauh lebih cepat hingga menjangkau wilayah-wilayah yang sebelumnya sulit diakses.

"Dulu pembangunan berjalan pelan-pelan. Banyak kebutuhan sekolah dipenuhi melalui sumbangan komite dan bantuan dari pemerintah pusat. Sekarang sudah jauh berbeda. Dengan otonomi daerah, pembangunan semakin cepat dan menjangkau daerah-daerah yang dulu sulit dijangkau," katanya.

Meski berbagai perubahan telah terjadi, Isayas mengingatkan bahwa tugas utama seorang guru tetaplah mendidik. Menurutnya, kesejahteraan memang penting, tetapi jangan sampai menggeser tanggung jawab utama untuk membentuk generasi penerus bangsa.

"Kalau pekerjaan administrasi masih bisa ditunda, tetapi pendidikan anak-anak tidak boleh diabaikan. Tugas utama guru adalah mengajar karena pendidikan menentukan masa depan generasi kita," tegasnya.

Di penghujung masa baktinya, Isayas mengaku bahagia karena dapat menyaksikan Pemerintah Provinsi Papua Tengah menghadirkan program pendidikan gratis. Menurutnya, kebijakan tersebut bukan hanya membantu sekolah, tetapi juga memberi harapan baru bagi banyak keluarga yang selama ini kesulitan membiayai pendidikan anak-anak mereka.

 "Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah atas program pendidikan gratis ini. Bantuan ini sangat membantu meringankan beban biaya pendidikan di sekolah. Harapan kami, ke depan program ini terus ditingkatkan karena kebutuhan sekolah masih cukup besar," ujarnya.

Saat ini, SMP Negeri 1 Kamuu memiliki sekitar 470 siswa yang terbagi dalam 15 rombongan belajar. Dengan jumlah tersebut, kebutuhan pembiayaan sekolah juga cukup besar. Isayas menilai manfaat pendidikan gratis akan paling dirasakan oleh keluarga-keluarga di Papua yang umumnya memiliki lebih dari satu anak usia sekolah.

“ Selama ini banyak orang tua harus membiayai dua, tiga bahkan lima anak dalam satu keluarga. Belum lagi ada yang ikut menanggung anak saudara atau keluarga lainnya. Dengan adanya pendidikan gratis ini, sedikit demi sedikit beban mereka bisa berkurang," katanya.

Menurut Isayas, pendidikan gratis tidak hanya bermakna meringankan biaya sekolah, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan Papua karena memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk belajar dengan tenang dan meraih cita-citanya.

“ Kalau biaya sekolah sudah tidak lagi menjadi beban, anak-anak bisa lebih fokus belajar dan mengejar cita-citanya," ujarnya.

Ia berharap program pendidikan gratis terus berlanjut sehingga semakin banyak anak Papua memperoleh pendidikan yang layak dan tumbuh menjadi generasi yang mampu bersaing serta membangun daerahnya sendiri.

"Saya percaya pendidikan adalah investasi terbaik. Dari pendidikan yang baik akan lahir anak-anak Papua yang mampu bersaing dan membangun Papua Tengah di masa depan," katanya.

Di akhir penyampaiannya, Isayas juga menyampaikan doa kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah yang telah menghadirkan program pendidikan gratis tersebut.

 "Saya mendoakan Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur Papua Tengah selalu diberi umur panjang, kesehatan, dan kekuatan oleh Tuhan agar terus melakukan hal-hal baik bagi masyarakat, khususnya untuk kemajuan pendidikan anak-anak Papua," tutup Isayas.(*)

Editor : Lucky Ireeuw
PAPUA SELATAN