CEPOSONLINE.COM, NABIRE – Program Pendidikan Gratis yang dijalankan Pemerintah Provinsi Papua Tengah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, termasuk sekolah-sekolah yayasan di Kabupaten Dogiyai. Bagi banyak keluarga yang hidup di tengah keterbatasan ekonomi, program tersebut dinilai mampu meringankan beban biaya pendidikan anak sekaligus membantu memenuhi kebutuhan belajar siswa.
Kepala SMP YPPK Santo Fransiskus Asisi Moanemani, Stevanus Iyai, mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Papua Tengah terhadap dunia pendidikan melalui program Pendidikan Gratis.
“Kami sangat mengapresiasi bantuan Pendidikan Gratis dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Program ini sangat membantu sekolah dan juga meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak,” ujar Stevanus saat ditemui di halaman sekolah, Selasa (14/7/2026).
Meski demikian, ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada sekolah-sekolah yayasan karena kebutuhan operasionalnya berbeda dengan sekolah negeri. Menurutnya, sekolah yayasan masih harus menanggung biaya honor guru honorer yang jumlahnya cukup besar.
“Bantuan yang diberikan memang sangat membantu. Tetapi karena dana disalurkan berdasarkan jumlah siswa, bagi kami di sekolah yayasan masih belum mencukupi. Guru honorer di sekolah yayasan lebih banyak dibandingkan guru ASN, sehingga sebagian besar anggaran digunakan untuk membayar honor mereka,” katanya.
Selain membayar honor guru, sekolah juga masih harus memenuhi berbagai kebutuhan penunjang proses belajar mengajar, mulai dari pengadaan buku paket, alat tulis kantor (ATK), lembar kerja siswa (LKS), hingga perlengkapan sekolah lainnya.
“Kalau dihitung secara keseluruhan, dana yang kami terima masih belum cukup karena sekolah juga harus menyediakan buku paket, ATK, LKS, seragam batik, dan berbagai kebutuhan belajar lainnya,” jelasnya.
Stevanus menuturkan, sekolah-sekolah yayasan telah berkontribusi besar dalam membuka akses pendidikan di Tanah Papua sejak masa para misionaris. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah terus meningkatkan dukungan terhadap sekolah yayasan.
“Harapan kami, pemerintah dapat memberikan perhatian yang lebih besar kepada sekolah-sekolah yayasan. Kalau memungkinkan, bantuan Pendidikan Gratis ini dapat ditingkatkan sehingga tidak hanya memenuhi kebutuhan siswa, tetapi juga membantu pembiayaan guru honorer dan kebutuhan operasional sekolah. Dengan begitu, pelayanan pendidikan kepada anak-anak Papua bisa semakin baik,” pungkasnya.
Sementara itu, siswa kelas IX SMP YPPK Santo Fransiskus Asisi Moanemani, Salmon Pedro Goo, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah atas program Pendidikan Gratis yang dinilai sangat membantu para siswa dan orang tua.
“Terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur Papua Tengah yang sudah membantu kami melalui program Pendidikan Gratis. Bantuan ini membuat orang tua kami tidak terlalu terbebani dengan biaya sekolah sehingga kami bisa lebih semangat belajar untuk meraih cita-cita,” ujar Salmon.
Ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut agar semakin banyak anak-anak Papua, khususnya di Kabupaten Dogiyai, memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan tanpa terkendala biaya.
“Harapan kami, program ini tetap dilanjutkan karena sangat membantu kami sebagai pelajar. Semoga ke depan pendidikan di Papua Tengah semakin maju dan semakin banyak anak-anak yang bisa sekolah dengan baik,” tutupnya. (*)
Editor : Lucky Ireeuw