CEPOSONLINE.COM, NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus memperkuat pengelolaan administrasi kependudukan hingga ke tingkat kampung guna meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung perencanaan pembangunan yang tepat sasaran.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Penguatan Kapasitas Pengelolaan Administrasi Kependudukan bagi aparat Kampung Waroki dan Kampung Gerbang Sadu yang digelar di Aula Kali Senen, Distrik Nabire Barat, Selasa (2/7/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Administrasi Kependudukan, Pencatatan Sipil, dan Pemberdayaan Masyarakat serta Kampung Provinsi Papua Tengah itu bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur kampung dalam mengelola administrasi kependudukan sekaligus memperkuat tertib administrasi sebagai fondasi pelayanan publik dan pembangunan.
Membacakan sambutan tertulis Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, Kepala Dinas Administrasi Kependudukan, Pencatatan Sipil, dan Pemberdayaan Masyarakat serta Kampung Provinsi Papua Tengah, Albertus Iyai, menegaskan bahwa administrasi kependudukan bukan sekadar urusan administrasi, tetapi menjadi kebutuhan mendasar bagi setiap warga negara.
“ Administrasi kependudukan yang lengkap merupakan napas kesejahteraan masyarakat. Seluruh pelayanan publik, mulai dari pendidikan, kesehatan, perbankan hingga ketenagakerjaan, membutuhkan dokumen kependudukan yang lengkap. Karena itu, setiap warga Papua Tengah wajib memiliki dokumen administrasi kependudukan dan pencatatan sipil secara lengkap," ujar Albertus Iyai saat membacakan sambutan Gubernur.
Dalam sambutan tersebut, Gubernur Meki Nawipa juga mengimbau seluruh masyarakat Papua Tengah untuk segera melengkapi dokumen kependudukan, seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el), akta kelahiran, akta perkawinan, akta perceraian, hingga akta kematian. Menurutnya, dokumen kependudukan bukan hanya menjadi identitas hukum setiap warga, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk memperoleh berbagai hak dan layanan publik.
"Kelengkapan administrasi kependudukan ibarat napas kehidupan yang menghubungkan masyarakat dengan hak-haknya, mulai dari akses pendidikan, layanan kesehatan, bantuan sosial, layanan perbankan, ketenagakerjaan hingga perlindungan hukum. Di sisi lain, data kependudukan yang akurat memungkinkan pemerintah merencanakan pembangunan secara tepat sasaran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," demikian pesan Gubernur Meki Nawipa.
Ia menambahkan, data kependudukan yang lengkap dan mutakhir akan mempercepat pelayanan publik, meningkatkan transparansi, serta menjadi dasar pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat.
Sosialisasi tersebut dihadiri Kepala Distrik Nabire Barat bersama aparat Kampung Waroki dan Kampung Gerbang Sadu. Albertus Iyai berharap seluruh peserta mengikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh dan menerapkannya dalam penyelenggaraan pemerintahan di kampung masing-masing.
"Saya berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan serius. Ilmu dan keterampilan yang diperoleh harus diterapkan secara konsisten di kampung masing-masing agar pelayanan administrasi kependudukan semakin tertib dan berkualitas. Administrasi kependudukan merupakan fondasi penting dalam perencanaan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di Papua Tengah," katanya.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan dua materi utama. Sekretaris Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil, dan Pemberdayaan Masyarakat Kampung Provinsi Papua Tengah, Yermias Mote, memaparkan pentingnya data dan dokumen kependudukan bagi individu maupun pemerintah kampung. Menurutnya, data kependudukan yang valid menjadi dasar penyelenggaraan pelayanan publik sekaligus acuan dalam menyusun program pembangunan di tingkat kampung.
Sementara itu, Kepala Seksi Pengolahan dan Penyajian Data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Nabire, Christian Paul Raymond, menjelaskan syarat dan prosedur penerbitan berbagai dokumen kependudukan agar aparat kampung dapat memberikan pendampingan kepada masyarakat secara tepat. Jalannya diskusi dipandu Kepala Seksi Evaluasi dan Monitoring, Herman Anou, sebagai moderator.
Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kepala Bidang Pengelolaan Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data, Roni Abidondifu, mengapresiasi antusiasme para peserta selama mengikuti kegiatan. Ia menilai pengelolaan administrasi kependudukan yang baik akan memberikan manfaat besar, baik bagi masyarakat maupun pemerintah kampung.
"Bagi masyarakat, dokumen kependudukan adalah kunci untuk memperoleh berbagai hak dan layanan. Sementara bagi pemerintah kampung, data kependudukan yang akurat menjadi landasan dalam menyusun program, menetapkan kebijakan, merencanakan anggaran, hingga menyalurkan bantuan secara tepat sasaran," ujar Roni.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh selama sosialisasi dapat diterapkan secara nyata di masing-masing kampung sehingga kualitas pelayanan administrasi kependudukan terus meningkat.
"Kami berharap setelah mengikuti sosialisasi ini, aparat Kampung Waroki dan Kampung Gerbang Sadu mampu meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan di kampung masing-masing. Kesadaran masyarakat untuk melengkapi dokumen kependudukan juga harus terus didorong agar data yang dimiliki pemerintah benar-benar valid, akurat, dan mutakhir sebagai dasar pembangunan yang tepat sasaran menuju Papua Tengah yang maju dan sejahtera," tutup Roni. (*)
Editor : Lucky Ireeuw