Pendaki yang Tewas di Puncak Cartenz Telah Dievakuasi ke Timika

Wahyu Welerubun • Dipublikasikan Rabu, 2 Oktober 2024 | 14:48 WIB
Pendaki berinisial HT (60) yang dilaporkan meninggal dunia saat melakukan pendakian ke Puncak Gunung Cartenz pada 23 September lalu berhasil dievakuasi ke Mimika, Papua Tengah, Selasa (1/10/2024).
Pendaki berinisial HT (60) yang dilaporkan meninggal dunia saat melakukan pendakian ke Puncak Gunung Cartenz pada 23 September lalu berhasil dievakuasi ke Mimika, Papua Tengah, Selasa (1/10/2024).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA - Pendaki berinisial HT (60) yang dilaporkan meninggal dunia saat melakukan pendakian ke Puncak Gunung Cartenz pada 23 September lalu berhasil dievakuasi ke Mimika, Papua Tengah, Selasa (1/10/2024).

Pantauan Cenderawasih Pos, kendaraan roda empat milik Security and Risk Managemen PT Freeport Infonesia yang membawa jenazah tiba di Ruang Jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika sekitar pukul 16.20 WIT.

Setelah beberapa saat dilakukan koordinasi, tim evakuasi kemudian mengeluarkan jenazah korban dari dalam mobil dan langsung dimasukkan ke dalam ruang jenazah untuk dilakukan tindakan medis.

Rekan korban berinisial AP menyebutkan, terkait dengan pemulangan jenazah ke kampung halamannya belum diketahui kapan karena masih menunggu konfirmasi pihak keluarga korban.

“Tapi sesegera mungkin akan dikirim ke Surabaya,” kata AP, singkat kepada wartawan, Selasa sore di RSUD Mimika.

Adapun peristiwa meninggalnya HT terjadi saat melakukan pendakian ke Puncak Cartenz pada 23 September 2024 lalu. Ia diduga meregang nyawa saat hendak kembali ke camp pendakian.

Sementara itu, berdasarkan data yang diterima media ini, HT berada satu tim dengan 5 orang pendaki lainnya dalam pendakian ke Puncak Cartenz. Adapun 5 anggota pendakian lainnya adalah HH (45), BS (61), AP (69), AS, BH (39).

Pada tanggal 21 September 2024 lalu, mereka bertolak ke Tembagapura menggunakan sebuah mobil berjenis LWB dan menginap sebelum melakukan pendakian pada 21 September 2024.

Selanjutnya, pada 22 September 2024 para pendaki tiba di titik awal pendakian, namun tidak melakukan kegiatan apapun, barulah pada 23 September 2024 mereka melakukan pendakian.

Dari keenam pendaki, empat pendaki berhasil mencapai Puncak Cartenz (Cartenz Pyramid) termasuk korban HT, sementara dua orang berinisial BH dan AP tidak berhasil akibat kondisi kesehatan yang tidak mendukung.

Di hari yang sama, korban HT yang hendak turun dari puncak merasa nyeri dada selanjutnya tidak sadarkan diri.

Pendaki lainnya langsung melakukan pertolongan pertama, namun sayangnya nyawa korban tidak terselamatkan. Saat itulah korban meninggal dunia.

Diberitakan sebelumnya, Kapolres Mimika AKBP I Komang Budiartha Saat dikonfirmasi, Selasa (1/10/2024) siang mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima Polsek Tembagapura, korban meninggal karena sesak nafas akibat cuaca buruk dan badai salju.

Kapolres menyebut, korban bersama lima rekannya melakukan pendakian secara ilegal atau tidak ada izin, baik dari kepolisian, Pihak Management PT Freeport Indonesia dan Badan Taman Nasional Lorenz. 

"Mereka naik tanpa izin, dalam hal ini Polda Papua, Polres Mimika dan Badan Taman Nasional Lorenz dan di mana dilakukan secara Ilegal," ujar Kapolres.

Kapolres melanjutkan, pada 30 September 2024 pagi, tim evakuasi dipimpin oleh Wakapolsek Tembagapura Ipda Eksan Laane berangkat untuk mengevakuasi jenazah korban.

Evakuasi ini berlangsung dengan melibatkan sekitar 20 personel gabungan yang terdiri dari Personel Polsek Tembagapura, Unit IRG, Tim Evakuasi dari Travel Roevelu dan Security SRM PT Freeport Indinesia highland.

Kapolres menjelaskan, proses evakuasi terharap jenazah korban terhambat karena terkendala beberapa hal seperti cuaca ekstrim, badai salju hingga medan terjal yang dilalui tim.

Langkah yang akan diambil adalah memonitor perkembangan pasca dilakukan evakuasi hingga korban meninggal dunia diserahkan kepada pihak keluarga.

 

Editor : Gratianus Silas
cartenz mimika Ceposonline.com Polres Mimika Kapolres Mimika puncak cartensz pendaki tewas