Kunjungan Gubernur Meki ke Intan Jaya, Bupati: Ada 7 Program Bentuk Perhatian untuk Masyarakat

Theresia F. Tekege • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 09:14 WIB
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini saat mendampingi gubernur berkunjung ke salah satu sekolah penyelenggara SAH di Sugapa. (CEPOSONLINE.COM/HUMAS PEMPROV)
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini saat mendampingi gubernur berkunjung ke salah satu sekolah penyelenggara SAH di Sugapa. (CEPOSONLINE.COM/HUMAS PEMPROV) 

CEPOSONLINE.COM, NABIRE-Kunjungan kerja Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa bersama Bupati Intan Jaya Aner Maisini ke Distrik Sugapa dan Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, membawa sejumlah perhatian pemerintah provinsi terhadap kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.

Dalam kunjungan yang berlangsung Selasa-Rabu, 15-17 September 2026, Gubernur Papua Tengah menyampaikan sejumlah program prioritas untuk Kabupaten Intan Jaya, mulai dari peningkatan konektivitas jalan, pembangunan jembatan, bantuan rumah ibadah, pendidikan, dukungan kelistrikan hingga bantuan kendaraan bagi pemuda.

Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, mengatakan perhatian tersebut merupakan bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah terhadap masyarakat Intan Jaya, terutama untuk mendorong pemulihan dan percepatan pembangunan di daerah tersebut.

“Dalam kedatangan ini ada beberapa poin yang sudah dibantu dan sudah menjawab aspirasi masyarakat,” kata Bupati Intan Jaya, Aner Maisini kepada media ini melalui sambungan seluler, Rabu (16/9/2026).

Ia menjelaskan, perhatian pertama pemerintah provinsi diarahkan pada peningkatan konektivitas jalan yang menghubungkan Enarotali, Sugapa, Hitadipa hingga Beoga.

“Yang pertama itu soal peningkatan jalan, membuka konektivitas Paniai-Intan Jaya. Tahun ini akan mulai dibuka dari Ibosiga ke Wandai, kurang lebih enam kilometer,” ujarnya.

Selain jalan, gubernur juga memberikan perhatian terhadap pembangunan jembatan rangka baja di Kali Hiabu, Hitadipa.

“Yang kedua, program pembangunan jembatan besi baja di Kali Hiabu. Itu sesuai dengan usulan masyarakat yang memberikan masukan dalam program provinsi melalui DPU,” jelasnya.

Perhatian berikutnya menyasar bidang keagamaan. Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyiapkan bantuan hibah sebesar Rp6 miliar untuk Gereja GKII Imanuel II Hitadipa.

Aner mengatakan gereja tersebut memiliki nilai sejarah bagi masyarakat setempat karena berkaitan dengan awal pelayanan misionaris di wilayah tersebut.

“Untuk Gereja Emanuel Tadipa itu adalah gereja mula-mula waktu misionaris tiba. Tukang lokal yang membangun sampai hari ini masih ada. Pemerintah daerah juga sudah mengalokasikan Rp5 miliar dan sekarang dalam tahapan persiapan pembangunan,” katanya.

Dukungan pemerintah provinsi juga diberikan untuk bidang pendidikan, khususnya operasional Sekolah Alkitab (STA) di Hitadipa serta pembangunan gedung dan operasional Sekolah Sepanjang Hari (SSH) di Distrik Sugapa.

“Berikut ada bantuan juga untuk operasional STA, Sekolah Alkitab William Koo. Terus yang berikut bantuan pembangunan gedung dan operasional Sekolah Sepanjang Hari atau SSH di Sugapa,” ujar Aner.

Selain pembangunan dan pendidikan, perhatian juga diberikan terhadap kebutuhan listrik masyarakat. Aner mengatakan pemerintah menargetkan pelayanan listrik di Intan Jaya dapat berjalan selama 24 jam, dengan dukungan dari Gubernur Papua Tengah.

“Termasuk juga soal PLN. Direncanakan bulan Desember sudah 24 jam. Itu juga Pak Gubernur siap bantu,” ungkapnya.

Menurut Aner, peningkatan pelayanan listrik menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat karena berkaitan dengan aktivitas sehari-hari dan mendukung pelayanan pemerintahan maupun pembangunan di daerah.

Program lainnya yakni bantuan 34 unit sepeda motor kepada para pemuda yang bekerja sebagai pengojek di Kabupaten Intan Jaya.

“Yang terakhir Pak Gubernur sudah bantu juga 34 unit motor kepada pemuda-pemuda pengojek,” katanya.

Aner menyebut berbagai dukungan tersebut menunjukkan adanya perhatian Pemerintah Provinsi Papua Tengah terhadap masyarakat Intan Jaya. Ia mengatakan sebagian program sudah mulai berjalan, sementara beberapa lainnya sedang memasuki tahapan persiapan.

“Ada sekitar enam program yang Pak Gubernur siap bantu dan sementara dalam proses. Yang lain sudah jalan, seperti pembangunan asrama juga sudah jalan. Jalan Paniai-Wandai ini juga sudah jalan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat kontraktor yang telah ditunjuk akan mulai mengerjakan pembukaan jalan.

“Dalam waktu dekat kontraktor yang ditunjuk akan mulai bongkar jalan. Bantuan motor juga sudah. Yang belum adalah operasional sekolah STA dengan pembangunan gereja Rp6 miliar. Itu juga Pak Gubernur sudah sampaikan akan jalan,” jelasnya.

Bagi Aner, kunjungan Gubernur ke Sugapa dan Hitadipa tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menunjukkan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat setelah daerah tersebut menghadapi berbagai tantangan keamanan.

Ia berharap kehadiran pemerintah dapat membantu mengurangi rasa trauma masyarakat dan secara perlahan mengembalikan aktivitas pembangunan di Intan Jaya.

“Dalam kepemimpinan saya satu tahun empat bulan ini, daerah yang keamanan susah, tetapi Tuhan sudah menolong sehingga mulai pulih. Pembangunan bisa berjalan dengan baik,” tuturnya.

Aner pun menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Papua Tengah atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada masyarakat Intan Jaya.(*)

Editor : Elfira Halifa
Papua Tengah INTAN JAYA Ceposonline.com