Apresiasi Program SSH, Pastor Yance Minta Gubernur Perhatikan Fasilitas Sekolah YPPK di Intan Jaya

CEPOSONLINE.COM, NABIRE-Keterbatasan gedung dan ruang kelas masih menjadi tantangan bagi sekolah-sekolah YPPK di Kabupaten Intan Jaya. Di tengah kondisi tersebut, Ketua PSW YPPK Tillemans Intan Jaya, Pastor Yance Yogi, Pr, mengapresiasi dukungan Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa melalui program Sekolah Sepanjang Hari (SSH), sekaligus meminta perhatian pemerintah terhadap kebutuhan fasilitas pendidikan.
Hal itu disampaikan Pastor Yance yang juga menjabat sebagai Pastor Dekan Dekenat Moni Puncak Jaya Keuskupan Timika kepada media, Kamis (17/9/2026).
Ia menjelaskan, program SSH telah diluncurkan sekitar satu tahun lalu melalui kerja sama antara YPPK, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, dan pihak terkait.
Hingga kini, program tersebut berjalan dengan baik dan memberikan dukungan terhadap kebutuhan siswa selama mengikuti kegiatan pendidikan.
“Terima kasih Pak Gubernur telah membantu kami melalui program SSH. Ini merupakan kerja sama dengan Pastor Dekan dan Bupati Kabupaten Intan Jaya. Bupati Intan Jaya telah membuka launching setahun lalu dan program SSH sampai hari ini berjalan baik,” ujar Pastor Yance.
Menurutnya, pelaksanaan program SSH didukung dengan dapur yang menyiapkan makanan dan minuman bagi para siswa.
“Dalam penyediaan makanan, pihaknya juga memanfaatkan sejumlah bahan pangan lokal, seperti keladi, pepaya, singkong, sayur-mayur, beras, ayam, dan berbagai lauk lainnya,” tutur Yogi.
Ia mengatakan, pengelolaan dapur dilakukan dengan menyiapkan makanan dalam dua tahap untuk memenuhi kebutuhan para siswa. Program SSH tersebut tidak hanya dilaksanakan di SD YPPK Bilogai, tetapi juga menjangkau sejumlah sekolah YPPK lainnya, seperti SD YPPK Jalai, Titigi, Bilai, dan Sanepa.
Dukungan terhadap sekolah-sekolah tersebut juga mencakup penempatan serta akomodasi para guru agar proses pendidikan dapat terus berjalan.
Pastor Yance menyebutkan, SD YPPK Bilogai saat ini memiliki lebih dari 600 siswa. Jumlah tersebut belum sebanding dengan ketersediaan gedung dan ruang kelas yang dimiliki sekolah.



