Serahkan Laptop, Gubernur Meki: Kalian Akan Jadi Pemimpin Intan Jaya

Theresia F. Tekege • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 07:39 WIB
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa bersama pimpinan Forkopimda saat melakukan Kunker di Kabupaten Intan Jaya, Selasa, (15/9/2026). (CEPOSONLINE.COM/HUMAS PEMPROV)
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa bersama pimpinan Forkopimda saat melakukan Kunker di Kabupaten Intan Jaya, Selasa, (15/9/2026). (CEPOSONLINE.COM/HUMAS PEMPROV) 

CEPOSONLINE. COM, INTAN JAYA — Sebanyak 15 pelajar di Kabupaten Intan Jaya mendapat bantuan laptop dari Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa. 

 

Bantuan yang diserahkan saat kunjungan kerja, Selasa (15/9/2026), itu diharapkan menjadi bekal bagi para pelajar untuk belajar lebih giat dan kelak mengambil peran dalam membangun daerahnya.

 

Meki mengatakan bantuan tersebut bukan sekadar pemberian perangkat untuk belajar, tetapi bagian dari upaya pemerintah memberikan kesempatan kepada anak-anak Intan Jaya untuk berkembang dan mempersiapkan masa depan mereka.

 

“Saya mau kasih laptop ini. Kalau Jokowi kasih sepeda, saya kasih laptop supaya kamu jadi pintar dan bangun negeri ini,” kata Meki.

 

Ia kemudian mengingatkan para pelajar bahwa kesempatan untuk menjadi pemimpin tidak ditentukan oleh kondisi mereka hari ini. Anak-anak yang saat ini duduk di bangku sekolah, kata Meki, suatu saat akan memiliki tanggung jawab untuk meneruskan pembangunan di Intan Jaya dan Papua Tengah.

 

 

Ia meminta para pelajar untuk menghormati Tuhan, mendengarkan orang tua, belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga integritas dan menjunjung tinggi kejujuran.

 

“Kedua, dengar-dengar sama orang tua. Ketiga, harus belajar keras. Keempat, jaga integritas. Kelima, kejujuran yang bisa membawa kamu sukses,” pesannya.

 

Meki juga ingin anak-anak Intan Jaya memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan mereka di luar daerah. Karena itu, ia meminta agar pelajar SMP di Intan Jaya mulai dipersiapkan untuk mengikuti pertandingan sepak bola tingkat Provinsi Papua Tengah pada tahun depan.

 

“Tahun depan anak-anak SMP harus ikut pertandingan sepak bola tingkat provinsi. Papua Tengah begitu, seluruh biaya ditanggung oleh Gubernur. Pesawat ke Nabire, pesawat ke Sugapa, makan, minum, mobil, semua,” katanya.

 

Menurut Meki, pemerintah provinsi tidak ingin jarak dan kondisi geografis menjadi alasan anak-anak di Intan Jaya kehilangan kesempatan untuk berkembang. Dukungan terhadap pendidikan, kata dia, harus dirasakan anak-anak di seluruh wilayah Papua Tengah.

 

Selain memberikan bantuan kepada pelajar, Meki juga menyampaikan perhatian pemerintah terhadap para guru. Ia mengatakan guru yang belum mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) masih memiliki kesempatan untuk mengikuti program tersebut.

 

“Guru-guru juga kemarin kita sudah ikut PPG. Yang belum ikut PPG tahun ini ada peluang untuk ikut PPG, sertifikasi,” ujarnya.

 

Meki menyebut pemerintah provinsi menargetkan sebanyak 2.800 guru mengikuti program PPG dan sertifikasi secara bertahap. Sebanyak 800 guru telah mengikuti program tersebut pada tahun sebelumnya, 1.000 guru ditargetkan pada tahun ini, dan 1.000 guru lainnya pada tahun berikutnya.

 

Bagi Meki, pembangunan Intan Jaya tidak hanya berbicara tentang jalan, listrik maupun gedung, tetapi juga tentang menyiapkan anak-anak yang kelak akan melanjutkan pembangunan daerah.

 

Karena itu, ia meminta para pelajar memanfaatkan kesempatan yang diberikan dengan sebaik-baiknya.

 

“Kalian akan jadi pemimpin di negeri ini. Mungkin hari ini kamu biasa-biasa saja, tapi suatu saat kamu akan menjadi pemimpin. Belajar baik-baik, jaga integritas dan kejujuran, supaya nanti kamu bisa membangun negeri ini,” pungkasnya. (*)

Editor : Abdel Gamel Naser
Papua Tengah meki nawipa